TUGAS INDIVIDU 1 - KEWIRAUSAHAAN (PROFIL ORANG SUKSES KARENA WIRAUSAHA & PEKERJA)

Minggu, 02 Oktober 2016

3 PROFIL ORANG SUKSES KARENA WIRAUSAHA

1.            Sukyatno (Hoo Tjioe)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiBoZglwzq4fv1-oBmrVb1THhNpvURFvzC8JXmyfjH-OxBiCNorzgdKGKa0RM7Oi2Cuowtlr0rSqo6kLP9dtnzS9OwewCiE96APcsU-TPv4gpd9w0sj5ByU7avyUGxzu2KNfjFd54rq_0d/s200/sejarah-pengusaha-sukses-sukyatno-nugroho.jpg
Siapa yang tak kenal dengan produk es teller 77, ratusan gerainya sudah tersebar di seluruh nusantara. Tidak puas dengan mempertahankan pasar dalam  negeri, kini produk es teller 77 merupakan salah satu bisnis franchise makanan yang berhasil merambah pasar internasional. Produknya sudah menjangkau pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Australia, serta masih akan terus dikembangkan untuk membuka gerai berikutnya di India, Jeddah dan Arab Saudi.
Terinspirasi dari sang mertua (Ibu Murniati Widjaja) yang menang lomba membuat es teler, Sukyatno teler di emperan toko dengan menggunakan tenda – tenda. Usaha yang dimulainya pada tanggal 7 Juli 1982 ini, ternyata bukan peluang bisnis yang pertama kali Ia coba. Berbagai peluang bisnis seperti  menjadi salesman, tengkulak jual beli tanah, makelar pengurusan SIM, menjadi pemborong bangunan, sampai mencoba bisnis salon pernah Ia geluti dan semuanya gagal ditengah jalan.
Tak ingin mengulangi kegagalan bisnis seperti sebelumnya, Sukyatno mulai menekuni bisnis es telernya yang diberi nama es teler 77. Angka 77 digunakan sebagai merek es telernya, karena angka tersebut mudah diingat dan diharapkan menjadi angka hoki bagi pemilik bisnis ini. Keyakinan Sukyatno pun tepat, merek es teler 77 mulai dikenal masyarakat dan menjadi salah satu produk unggulan dari dulu sampai sekarang.
Dari sebuah warung tenda yang dulunya berada di emperan toko, Sukyatno berinisiatif untuk mengembangkannya menjadi bisnis waralaba. Setelah 5 tahun mempertahankan bisnisnya, tepat pada tahun 1987 untuk pertama kalinya dibuka gerai es teler 77 di Solo dengan sistem franchise. Semenjak itu perkembangan bisnisnya pun sangat pesat, dengan keuletan dan kerja keras yang dimiliki Sukyatno kini es teller 77 telah memiliki lebih dari 180 gerai yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan dan pertokoan yang ada di Indonesia bahkan hingga mancanegara
·         Kunci sukses es teller 77
Bersamaan dengan perkembangan bisnisnya, pada tahun 2007 Sukyatno kembali ke hadapan Yang Maha Esa. Kesederhanaan dan kerjakerasnya dalam mengembangkan usaha, kini dilanjutkan oleh salah satu anaknya yaitu Andrew Nugroho selaku direktur PT. Top Food Indonesia. Berkat komitmen para pengelola bisnis ini, sekalipun menghadapi persaingan dagang yang cukup ketat dengan bisnis franchise makanan asing maupun franchise lokal yang saat ini banyak bermunculan. Es teller 77 terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya. Ini dibuktikan dengan adanya inovasi baru dari es teler 77 yang mengenalkan menu makanan terbarunya antara lain gado – gado, rujak buah, mie kangkung, dan nasi goreng buntut. Andrew sengaja mempertahankan menu tradisional yang tidak asing bagi lidah orang Indonesia, agar masyarakat yang masuk pertokoan masih bisa menemukan menu tradisional yang mereka gemari.
Disamping itu untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap es teler 77, Andrew juga memberikan fasilitas kartu member bagi para pelanggannya. Dengan kartu klub juara yang diluncurkannya, pelanggan berhak memperoleh diskon makanan dan minuman yang ada di seluruh gerai es teler 77.
Atas kerja keras dan perjuangan keluarga Sukyatno dalam mengembangkan bisnisnya, berbagai penghargaan pun pernah diterimanya. Kesuksesan es teller 77 dalam mengembangkan bisnis franchisenya, menjadi motivasi besar bagi semua orang. 

2.            Johnny Andrean 
Johnny Andrean merantau ke Jakarta pada tahun 80-an berbekal ilmu salon dari ibunya. Ia mengawali karirnya di dunia entrepreneur dengan membuka sebuah salon di ujung utara Jakarta. Hingga sekarang, Johnny Andrean sudah membuka hampir 200 salon di seluruh Indonesia. Salah satunya mungkin di sebelah rumah Anda. Ayah empat anak ini mengaku bahwa bisnisnya di dunia salon tidak selalu mulus. Problem terbesar yang ia hadapi adalah bagaimana menjaga hairstylist mereka agar tetap mau bekerja di salonnya. Maka, Johnny mendirikan sekolah, dimana stylist tamatan sekolahnya telah dibekali dengan kemampuan yang diperlukan untuk ditempatkan pada salon-salonnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, ia juga menjalin hubungan yang erat dengan setiap karyawannya. “Kami memberikan mereka gaji yang baik, bonus, komisi, namun setiap orang membutuhkan perhatian, karena orang lain selalu bisa membayar mereka lebih banyak.”
Hubungan yang erat ini pula yang membantu mereka melalui tragedi Mei 1998. Kala itu, 19 salonnya jadi korban penjarahan pasca lengsernya Presiden Soeharto. “Dalam satu tahun Anda hanya bisa membuka 4 atau 5 salon. Tapi dalam semalam, hilang 19,” katanya. “Saya mengatakan pada karyawan kami bahwa kita harus bisa menghadapinya bersama-sama. Maka kami berpindah-pindah di antara salon yang masih beroperasi. Tidak ada yang komplain, meskipun mereka kehilangan sebagian komisi mereka. ”



Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQvXY9ZIhJYyXah5ODNsgRGBo9_kH-6ewJc059CH3Wz82tVMReaU-Zg19a4-EX0W67lTQ8ItRfMz6AUaxuvNyV8hiPVcpZ-xAEEHCOqHp6Q6fMQM50hyfyVlRLMRNM6agY7_HX0j5cRqe6/s200/700x478xjohnny-andrean.jpg.pagespeed.ic.M-pU_O_lqd.jpg
Membangun BreadTalk
Belum puas, Johnny kemudian membeli hak waralaba BreadTalk. Ia percaya bahwa bisnisnya kali ini tidak jauh berbeda dari salon, karena sebagaimana hairdressing, BreadTalk memenuhi kebutuhan masyarakat. BreadTalk juga ia sebut-sebut sebagai “premier boutique bakery”. Gerai-gerai terbuka dan transparan ala BreadTalk lebih tampak seperti toko pakaian Italia daripada sebuah bakery. Hal ini mungkin merupakan sebuah strategi yang cerdas, sebab selain konsumen bisa melihat proses produksi, aroma rotinya dapat menyebar di area mall dan menarik lebih banyak mulut yang berair karenanya. Hingga kini, Anda dapat dengan mudah menemukan gerai-gerai BreadTalk beroperasi di mall-mall di Indonesia.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqF4crTgVBwmNATcBu37NXR7D2YTq_1yeV4aqK4FL6Zw6NCvpHqXRWXCHAUMhAQdRFkBCOEj4ZAOZZjhLsZDOlD49rgTGqTobjaQpJfJ3KkMqFa_WondY1IHZv8ChXRO5HkGMUovs_mFnh/s200/perilaku-konsumen-strategi-pemasaran-jco-coffee-and-donuts-2-638.jpg
Mendirikan J.Co
Lagi-lagi, kemudian Johnny membuka satu bisnis lain di industribeverage, kali ini yang diserangnya adalah donat. Awalnya ia hendak menggunakan konsep yang sama dengan BreadTalk, yakni membeli hak waralaba dari luar negeri. Namun hal ini urung dilakukannya karena ia merasa donat luar negeri kurang memenuhi standarnya. Maka, tahun 2005 ia mengibarkan J-Co Donuts & Coffee. Ia rela melakukan survei dan riset ke berbagai negara, seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang dan berbagai negara Eropa karena ia tahu bahwa salah satu obsesinya adalah menjadi pemain global.
Mengadopsi gerai terbuka seperti halnya BreadTalk, J.Co berhasil menarik sambutan yang luar biasa dari pasar. Awalnya, banyak yang menyangka bahwa gerai donat ini merupakan waralaba asing. Sebab saat itu konsep open kitchen belum umum di Indonesia. Namun, J.Co adalah produk asli Indonesia, yang mana hingga kini, ada lebih dari 40 gerai J.Co yang tersebar di Indonesia dan telah merambah ke negara-negara seperti Malaysia dan Singapura.
Rencananya, ia juga telah menyiapkan konsep kafe J. Lato. Bahkan, ia sudah mengirimkan tim risetnya ke Remini dan Bologna. “Remini itu pusat gelato paling enak,” katanya. “Saya akan ciptakan gelato dengan rasa ketan item. Ini orisinil rasa Indonesia”.

3.            Puspo Wardoyo 
Description: http://img.eramuslim.com/media/2015/05/Puspo-Wardoyo.jpg
Puspo Wardoyo, merintis waralaba Ayam Bakar Wong Solo hingga menjadi sebesar sekarang ini dari titik paling bawah. Ia pernah menjajakan ayam bakar di kaki lima. Sejak kecil Puspo sudah terbiasa berurusan dengan ayam. Orangtuanya penjaja ayam. Pagi hari, Puspo kecil membantu menyembelih ayam untuk dijual di pasar. Siang sampai malam, ia membantu orangtuanya menjajakan menu siap saji seperti ayam goreng, ayam bakar, dan menu ayam lainnya di warung milik orangtuanya di dekat kampus UNS Solo.
Impian itu sendiri terinpirasi oleh cerita seorang pedagang bakso yang sukses mengarungi hidup di Medan. Ketika pria kelahiran 30 November 1957 itu tengah merintis usaha warung lesehan di Solo selepas mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil, suatu saat pedagang bakso asal Solo tersebut bertandang ke tempat Puspo.  Dia bercerita bahwa peluang usaha warung makan di Medan sangat bagus. Pedagang bakso itu telah membuktikannya. Dalam sehari ia bisa meraup keuntungan bersih di akhir tahun 1990 itu sekitar Rp 300.000. Dari keuntungan berjualan bakso dengan gerobak sorong itulah teman Puspo ini bisa pulang menengok kampung halamannya di Solo setiap bulan. "Dengan uang, jarak antara Solo Medan lebih dekat dibanding Solo Semarang, " kata Puspoyo menirukan ucapan temannya tadi. Wajar saja jika dengan pesawat terbang waktu tempuh antara Medan Solo Berganti pesawat di Jakarta hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam.
Cerita sukses temannya itu begitu membekas di benak Puspo. "Saya bertekad bulat akan merantau ke Medan," pikirnya. Untuk mewujudkan keinginannya itu, apa boleh buat, warung makan yang termasuk perintis warung lesehan di kota pusat kebudayaan Jawa itu pun ia jual kepada temannya. Uang hasil penjualan yang tak seberapa itu ia manfaatkan untuk membeli tiket bus ke Jakarta. Mengapa Jakarta? "Karena dengan uang yang saya miliki, bekal saya belum cukup untuk merantau ke Medan," katanya.  Ketika tengah merantau di ibu kota itu, suatu hari Puspo membaca lowongan pekerjaan sebagai guru di sebuah perguruan bernama DR Wahidin di Bagan Siapiapi, Sumatera Utara. Apa boleh buat, demi mewujudkan citacitanya, ia berusaha mengumpulkan modal dengan kembali menjadi guru. Bedanya, kali ini ia tidak lagi menjadi pegawai negeri seperti sebelumnya ketika menjadi staf pengajar mata pelajaran Pendidikan Seni di SMA Negeri Muntilan, Kabupaten Magelang.
"Target saya cuma dua tahun menjadi guru lagi," katanya. Di sinilah anak pasangan Sugiman Suki ini ketemu dengan isteri pertamanya Rini Purwanti yang sama-sama menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut. Dua tahun menjadi guru ia berhasil mengumpulkan tabungan senilai Rp 2.400. 000. Dengan uang inilah keinginannya menaklukkan kota Medan tak terbendung lagi. Uang tabungan itu sebagian ia gunakan untuk menyewa rumah dan membeli sebuah motor Vespa butut. Masih ada sisa Rp 700.000 yang kemudian ia manfaatkan sebagai modal membangun warung kaki Lima di bilangan Polonia Medan. 
Disini ia menyewa lahan 4x4 meter persegi seharga Rp 1.000 per hari. Suatu saat pegawainya tertimpa masalah. Ia terlibat utang dengan rentenir. Puspo membantunya dengan cara meminjamkan uang. Sebagai ucapan terimakasih, sang pegawai membawa wartawan sebuah harian lokal Medan. Si wartawan yang merupakan sahabat suami pegawai yang ditolong Puspo kemudian menuliskan profilnya. Judul artikel itu Sarjana Buka Ayam Bakar Wong Solo. Artikel itu membawa rezeki bagi Puspo. Esok hari setelah artikel dimuat, banyak orang berbondong-bondong mendatangi warungnya. Siapa sangka jika dari sebuah warung kecil ini kemudian melahirkan sebuah usaha jaringan rumah makan yang cukup kondang di seantero Medan. Impian untuk menaklukkan "jarak" Solo Medan lebih dekat dibanding Solo Semarang pun menjadi kenyataan. Bukan itu saja, penilaian atas prestasi bisnis yang dirintis Puspo lebih jauh melewati impian yang ia tinggalkan sebelumnnya.        
Dari ibu kota Sumatera Utara ini nanti Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo (Wong Solo) melejit ke pentas bisnis nasional. Belakangan ini nama Wong Solo semakin berkibarkibar setelah berhasil menaklukkan Jakarta setelah sebelumnva "mengapung" dari daerah pinggiran. Dalam waktu relatif singkat kehadiran Wong Solo telah merengsek dan menanamkan tonggaktonggak bisnisnya di pusat kota metropolis ini. Ekspansinya pun semakin tak tertahankan dengan memasuki berbagai kota besar di Indonesia. Fenomena Wong Solo mengundang decak kekaguman berbagai kalangan dari pejabat pemerintah, para pelaku bisnis hingga para pengamat. Hampir semua outletnya di Jakarta selalu sesak pengunjung, terutama di akhir pekan dan hari libur. Bahkan ketika bulan Ramadhan kemarin, semua outlet tersebut membatasi jumlah pengunjung saat berbuka puasa. 
Skala usaha Wong Solo itu memang belum sekelas para konglomerat masa lalu yang dengan enteng menyebut angka aset, omset atau keuntungan per tahun yang triliunan rupiah. "usaha saya memang belum kelas triliunan seperti para konglomerat yang kaya utang itu," paparnya. Kendati masih tergolong usaha menengah, namun kinerja wong Solo sangat solid dan tak punya beban utang. Ia memiliki pondasi kuat untuk terus berkembang. Untuk mewujudkan mimpimimpinya, ayah sembilan anak dari empat istri ini telah melewati rute perjalanan yang berlikaliku lengkap dengan segala tantangannya.
Ada masa ketika di waktuwaktu awal merintis usaha di Medan ia nyaris patah semangat garagara selama berhari-hari tak pernah meraih untung. Hanya berjualan dua atau tiga ekor ayam bakar plus nasi, terkadang dalam satu hari tak seekor pun yang laku. Pernah pula seluruh dagangannya yang telah dimasak di rumah tumpah di tengah jalan karena jalanan licin sehabis hujan. "Apa boleh buat, saya terpaksa pulang dan memasak lagi". katanya. Istrinya yang tak sabar melihat lambannya usaha Puspo bahkan sempat memberi tahu ayahnya agar memberitahu ayahnya agar mempengaruhi Puspo supaya tak berjualan ayam bakar lagi. "Mertua saya bilang, kapan kamu akan tobat," katanya menirukan ucapan sang mertua.
Pada awal perantauannya ke Medan, Puspo wardoyo, sama sekali tak menyangka jika usaha warung ayam bakar “Wong Solo” akan berkembang seperi sekarang. Maklum, rumah makan yang dibukanya hanyalah sebuah warung berukuran sekitar 3x4 meter di dekat bandara Polonia, Medan. Setahun pertama dia hanya mampu menjual 3 ekor ayam per hari yang dibagibagi menjadi beberapa potong. Harga jual per potongnya Rp 4.500 plus sepiring nasi. 
Di tahun kedua, naik menjadi 10 ekor ayam per hari Namun sekarang, 13 tahun kemudian, di memiliki lebih dari 16 cabang tersebar di medan, Banda Aceh, Padang, Solo, Denpasar, Pekanbaru, Surabaya, Semarang, Jakarta, Malang dan Yogyakarta meskipun masih mengandalkan ayam bakar, namun menunya kini makin beragam hingga 100 jenis. Sudah terbiasa bagi Wardoyo untuk menyisihkan 10 % dari keuntungannya untuk amal. Dia percaya, Tuhan akan memperkaya orang yang banyak beramal. Maka jangan heran bila Anda kebetulan mampir di salah satu rumah makannya menyaksikan karyawannya sedang berkerumun di saat menjelang atau usai jam kerja. Mereka sedang melaksanakan ibadah “kultum” atau kuliah tujuh menit.

3 PROFIL ORANG SUKSES KARENA BEKERJA
1.            Dahlan Iskan 
Description: Hasil gambar untuk DAHLAN ISKAN
Dahlan Iskan (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951; umur 61 tahun), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
·         Awal karier
Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
·         Jawa Pos
Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru. Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong, dengan panjang serat optik 4.300 kilometer.
·         Perusahaaan Listrik Negara (PLN)
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan.
·         Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN)           
Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk sebagaipengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN. Dahlan melaksanakan beberapa program yang akan dijalankan dalam pengelolaan BUMN. Program utama itu adalah restrukturisasi aset dan downsizing (penyusutan jumlah) sejumlah badan usaha. Ihwal restrukturisasi masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan. Beberapa kinerjanya disorot. Dahlan gagal membawa lima perusahaan BUMN untuk melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di lantai bursa. Adapun, berkat kepemimpinannya, BUMN dinilai bersih dari korupsi oleh masyarakat juga merupakan kinerja dan keberhasilannya membangun BUMN.
·         Kehidupan pribadi
Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang pengalaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.

2.            BJ. Habibie
Description: Hasil gambar untuk bj habibie
Nama Bacharuddin Jusuf Habibie, TTL Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Semasa mudanya beliau dikenal sebagai orang yang cerdas terutama ddala bidang eksakta. Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman. Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil. Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.
Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. Crack". Pada tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. dari tempat yang sama tahun 1965. Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana. Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikanSoeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie hingga masa periodenya berakhir.

3.            TANTOWI YAHYA
Description: Hasil gambar untuk tantowi yahya
Tantowi lahir dan tumbuh di Dusun Indra Laya, Kabupaten Ogan Komering Ilir Palembang. Ayahnya H.M. Yahya Matusin, seorang kyai yang berprofesi sebagai pedagang kacamata dan ibunya Hj. Komariah Yahya, seorang tokoh partai Ketua Umum DPP PPP (1989-1994) di Palembang, mendidiknya dengan baik. Oleh karena itu, meski tinggal jauh dari kota, pria kelahiran 29 Oktober 1960 ini sudah menyimpan cita-cita ingin menjadi orang sukses. Selepas tamat STM pada tahun 1979, pria yang menjalani pendidikan dasar hingga lanjutan atas di kampung halamannya ini berangkat ke Pulau Jawa, persisnya ke kota pelajar Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978) Yogyakarta. Namun niatnya untuk kuliah terganjal ijazah STM-nya. Saat itu, lulusan STM tidak diperbolehkan melanjutkan kuliah ke universitas karena dipersiapkan untuk langsung bekerja.
Ditolak di Universitas, tidak mebuat niat Tantowi untuk kuliah berhenti. Ia kemudian mengambil program D-I di Akademi Pariwisata Indonesia Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978) Yogyakarta. Setelah mengantongi ijazah diploma satu pada tahun 1982, ia kemudian hijrah ke Jakartadan pekerja di Hotel Borobudur sebagai resepsionis.
Dalam perjalanannya, Tantowi sering berpindah-pindah pekerjaan karena ia merasa tidak ada tantangan di tempatnya bekerja. Selain di Hotel Borobudur, ia pernah bekerja di Hotel Hilton. HIngga suatu ketika pada tahun 1987, Wakil ndirektur PT BASF Indonesia menawarkan pekerjaan padanya. Kesempatan itu tidak ia sia-siakan. Sejak bekerja di BASF, Tantowi mulai mengenal dunia hiburan. Di BASF, ia mewakili karirnya sebagai promotion officer. Dalam dua tahun, ia sudah menempati posisi sebagai pro,otion manager, sebuah posisi yang seharusnya diduduki lulusan S1 atau S2. Setelah tujuh tahun bekerja di perusahaan pita rekaman tersebut, pada tahun 1994, Tantowi keluar dari BASF dan kebetulan bersamaan dengan itu, produksi pita kaset di BASF ditutup seiring dengan munculnya teknologi baru berupa disc.
Nama Tantowi mulai dikenal masyarakat saat membawakan acara kuis Gita Remaja di stasiun TVRI pada tahun 1989. Selama lima tahun membawakan acara kuis itu, ia banyak menerima tawaran menjadi MC (master of ceremony) untuk berbagai acara. Popularitasnya semakin berkibar tatkala ia membawakan kuis bertaraf internasional "Who Wants to Be a Millionaire" yang ditayangkan di RCTI pada tahun 2001 hingga 2006. Ia juga pernah menjadi presenter acara "Are You Smarter Than a 5th Grader?" dan pemandu acara musik country di stasiun MetroTV. Kerja kerasnya di dunia presenter dihadiahi penghargaan The Most Favourite Television Quiz Host dalam ajang Panasonic Awards tahun 2003, 2004, dan 2005.
Sebagai figur publik yang dikenal suka membaca, ia kemudian didaulat menjadi Duta Baca Indonesia (DBI) oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) pada tahun 2006. Dengan penyematan gelar tersebut, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) masa bakti 2004-2006 ini bertugas meningkatkan kesadaran membaca masyarakat Indonesia dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dengan melakukan kegiatan kampanye di bebagai media, baik cetak maupun elektronik. Terpilihnya Tantowi sebagai Duta Baca Indonesia tidaklah salah. Sedari kecil, ia sudah dididik untuk suka membaca. Tantowi sudah biasa melahap dua harian koran nasional Pelita dan Merdeka yang dibeli ibunya.
Itulah sebabnya, dalam menjalankan tugasnya sebagai Duta Baca Indonesia itu, ia selalu menuturkan pengalamannya bahwa kesuksesannya itu adalah berkat dorongan ibunya. Di dalam misinya menghimbau masyarakat untuk meningkatkan minat membaca, ia membuat semboyan "Ibuku Sebagai Perpustakaan Pertamaku". Menurutnya, peranan keluarga sangat penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Orangtua harus dapat menyediakan kebutuhan bahan bacaan bagi anaknya. Dan figur ibu menurutnya, harus bisa memberikan teladan membaca di lingkungan keluarganya.
Setelah sukses di dunia hiburan, sejak tahun 2009, Anggota DPR RI (2009-2014, Presenter. Tantowi Yahya berkiprah sebagai politisi Senayan. Pada Pemilu 2009, ia terpilih menjadi angota DPR RI (2009-2014) mewakili Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar dari daerah pemilihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan. Sebagai anggota dewan, ia duduk di Komisi I yang salah satunya menangani bidang pertahanan dan keamanan.

KARAKTER YANG INGIN SAYA MILIKI
Berorientasi pada aksi karena menurut saya lebih baik menyegerakan bertindak dari pada terlalu berpikir panjang, menyegerakan bertindak bukan berarti gegabah namun tetap memperhatikan perkiraan perkiraan terhadap apa yang akan terjadi karena terlalu banyak berpikir menurut saya akan memperlambat tindakan, bekerja keras saya ingin menjadi pribadi yang gigih dan sanggup bekerja keras untuk mencapai sebuah mimpi dan tujuan, kemauan untuk belajar karena karakter ini merupakan karakter yang menjadikan orang tidak merasa tinggi hati terhadap ilmu yang telah ia miliki, serta disiplin karena karakter ini termasuk karakter yang tegas akan waktu. Saya ingin memiliki karakter ini agar tidak menjadi pribadi yang menyia-nyiakan waktu dan dapat berusaha lebih keras mencapai suatu hal. Dalam berwirausaha dituntut untuk selalu ber inovasi karena jika mengalami kegagalan kita harus berfikir untuk meneruskan rencana yang gagal tersebut dengan membuat inovasi yang baru atau memilih membuat rencana baru. Dengan mendapatkan kegagalan dalam berwirausaha kita bisa mendapatkan pengalaman yang banyak dan dapat dijadikan sebagai pembelajaran usaha kedepannya.

REFERENSI :

1 komentar:

Anonim mengatakan...

How to make a win in Roulette - JamBase
Winning the 광주 출장마사지 Roulette wheel is important 광양 출장샵 for this game. 원주 출장안마 To 안성 출장안마 learn more 김천 출장샵 about how to win, click here. In Roulette, a winning roulette wheel has

Posting Komentar