3
PROFIL ORANG SUKSES KARENA WIRAUSAHA
1.
Sukyatno (Hoo Tjioe)

Siapa yang tak kenal dengan produk es teller 77,
ratusan gerainya sudah tersebar di seluruh nusantara. Tidak puas dengan
mempertahankan pasar dalam negeri, kini produk es teller 77 merupakan
salah satu bisnis franchise makanan yang berhasil merambah pasar internasional.
Produknya sudah menjangkau pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura,
Australia, serta masih akan terus dikembangkan untuk membuka gerai berikutnya
di India, Jeddah dan Arab Saudi.
Terinspirasi dari sang mertua (Ibu Murniati
Widjaja) yang menang lomba membuat es teler, Sukyatno teler di emperan toko
dengan menggunakan tenda – tenda. Usaha yang dimulainya pada tanggal 7 Juli
1982 ini, ternyata bukan peluang bisnis yang pertama kali Ia coba. Berbagai peluang
bisnis seperti menjadi salesman, tengkulak jual beli tanah, makelar
pengurusan SIM, menjadi pemborong bangunan, sampai mencoba bisnis salon pernah
Ia geluti dan semuanya gagal ditengah jalan.
Tak ingin mengulangi kegagalan bisnis seperti
sebelumnya, Sukyatno mulai menekuni bisnis es telernya yang diberi nama es
teler 77. Angka 77 digunakan sebagai merek es telernya, karena angka tersebut
mudah diingat dan diharapkan menjadi angka hoki bagi pemilik bisnis ini.
Keyakinan Sukyatno pun tepat, merek es teler 77 mulai dikenal masyarakat dan
menjadi salah satu produk unggulan dari dulu sampai sekarang.
Dari sebuah warung tenda yang dulunya berada di
emperan toko, Sukyatno berinisiatif untuk mengembangkannya menjadi bisnis
waralaba. Setelah 5 tahun mempertahankan bisnisnya, tepat pada tahun 1987 untuk
pertama kalinya dibuka gerai es teler 77 di Solo dengan sistem franchise.
Semenjak itu perkembangan bisnisnya pun sangat pesat, dengan keuletan dan kerja
keras yang dimiliki Sukyatno kini es teller 77 telah memiliki lebih dari 180
gerai yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan dan pertokoan yang ada di
Indonesia bahkan hingga mancanegara
·
Kunci sukses es teller 77
Bersamaan dengan perkembangan bisnisnya,
pada tahun 2007 Sukyatno kembali ke hadapan Yang Maha Esa. Kesederhanaan dan
kerjakerasnya dalam mengembangkan usaha, kini dilanjutkan oleh salah satu
anaknya yaitu Andrew Nugroho selaku direktur PT. Top Food Indonesia. Berkat
komitmen para pengelola bisnis ini, sekalipun menghadapi persaingan dagang yang
cukup ketat dengan bisnis franchise makanan asing maupun franchise lokal yang
saat ini banyak bermunculan. Es teller 77 terus berusaha untuk memberikan
pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya. Ini dibuktikan dengan adanya
inovasi baru dari es teler 77 yang mengenalkan menu makanan terbarunya antara
lain gado – gado, rujak buah, mie kangkung, dan nasi goreng buntut. Andrew
sengaja mempertahankan menu tradisional yang tidak asing bagi lidah orang Indonesia,
agar masyarakat yang masuk pertokoan masih bisa menemukan menu tradisional yang
mereka gemari.
Disamping itu untuk meningkatkan loyalitas konsumen
terhadap es teler 77, Andrew juga memberikan fasilitas kartu member bagi para
pelanggannya. Dengan kartu klub juara yang diluncurkannya, pelanggan berhak
memperoleh diskon makanan dan minuman yang ada di seluruh gerai es teler 77.
Atas kerja keras dan perjuangan keluarga Sukyatno
dalam mengembangkan bisnisnya, berbagai penghargaan pun pernah diterimanya.
Kesuksesan es teller 77 dalam mengembangkan bisnis franchisenya, menjadi
motivasi besar bagi semua orang.
2.
Johnny Andrean
Johnny Andrean merantau ke Jakarta pada tahun 80-an
berbekal ilmu salon dari ibunya. Ia mengawali karirnya di dunia entrepreneur
dengan membuka sebuah salon di ujung utara Jakarta. Hingga sekarang, Johnny
Andrean sudah membuka hampir 200 salon di seluruh Indonesia. Salah satunya
mungkin di sebelah rumah Anda. Ayah empat anak ini mengaku bahwa bisnisnya di
dunia salon tidak selalu mulus. Problem terbesar yang ia hadapi adalah
bagaimana menjaga hairstylist mereka agar tetap mau bekerja di
salonnya. Maka, Johnny mendirikan sekolah, dimana stylist tamatan sekolahnya
telah dibekali dengan kemampuan yang diperlukan untuk ditempatkan pada
salon-salonnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, ia juga menjalin
hubungan yang erat dengan setiap karyawannya. “Kami memberikan mereka gaji yang
baik, bonus, komisi, namun setiap orang membutuhkan perhatian, karena orang
lain selalu bisa membayar mereka lebih banyak.”
Hubungan
yang erat ini pula yang membantu mereka melalui tragedi Mei 1998. Kala itu, 19
salonnya jadi korban penjarahan pasca lengsernya Presiden Soeharto. “Dalam satu
tahun Anda hanya bisa membuka 4 atau 5 salon. Tapi dalam semalam, hilang 19,”
katanya. “Saya mengatakan pada karyawan kami bahwa kita harus bisa
menghadapinya bersama-sama. Maka kami berpindah-pindah di antara salon yang
masih beroperasi. Tidak ada yang komplain, meskipun mereka kehilangan sebagian
komisi mereka. ”
Membangun BreadTalk
Belum puas, Johnny kemudian membeli hak waralaba
BreadTalk. Ia percaya bahwa bisnisnya kali ini tidak jauh berbeda dari salon,
karena sebagaimana hairdressing, BreadTalk memenuhi kebutuhan masyarakat.
BreadTalk juga ia sebut-sebut sebagai “premier boutique bakery”. Gerai-gerai
terbuka dan transparan ala BreadTalk lebih tampak seperti toko pakaian Italia
daripada sebuah bakery. Hal ini mungkin merupakan sebuah strategi yang cerdas,
sebab selain konsumen bisa melihat proses produksi, aroma rotinya dapat
menyebar di area mall dan menarik lebih banyak mulut yang berair karenanya.
Hingga kini, Anda dapat dengan mudah menemukan gerai-gerai BreadTalk beroperasi
di mall-mall di Indonesia.
Mendirikan
J.Co
Lagi-lagi, kemudian Johnny membuka
satu bisnis lain di industribeverage, kali ini yang diserangnya adalah
donat. Awalnya ia hendak menggunakan konsep yang sama dengan BreadTalk, yakni
membeli hak waralaba dari luar negeri. Namun hal ini urung dilakukannya karena
ia merasa donat luar negeri kurang memenuhi standarnya. Maka, tahun 2005 ia
mengibarkan J-Co Donuts & Coffee. Ia rela melakukan survei dan riset
ke berbagai negara, seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang dan berbagai
negara Eropa karena ia tahu bahwa salah satu obsesinya adalah menjadi pemain
global.
Mengadopsi gerai terbuka seperti
halnya BreadTalk, J.Co berhasil menarik sambutan yang luar biasa dari pasar.
Awalnya, banyak yang menyangka bahwa gerai donat ini merupakan waralaba asing.
Sebab saat itu konsep open kitchen belum umum di Indonesia. Namun,
J.Co adalah produk asli Indonesia, yang mana hingga kini, ada lebih dari 40
gerai J.Co yang tersebar di Indonesia dan telah merambah ke negara-negara
seperti Malaysia dan Singapura.
Rencananya, ia juga telah
menyiapkan konsep kafe J. Lato. Bahkan, ia sudah mengirimkan tim risetnya ke
Remini dan Bologna. “Remini itu pusat gelato paling enak,” katanya. “Saya akan
ciptakan gelato dengan rasa ketan item. Ini orisinil rasa Indonesia”.
3.
Puspo Wardoyo
Puspo Wardoyo, merintis waralaba Ayam Bakar Wong
Solo hingga menjadi sebesar sekarang ini dari titik paling bawah. Ia pernah
menjajakan ayam bakar di kaki lima. Sejak kecil Puspo sudah terbiasa berurusan
dengan ayam. Orangtuanya penjaja ayam. Pagi hari, Puspo kecil membantu
menyembelih ayam untuk dijual di pasar. Siang sampai malam, ia membantu
orangtuanya menjajakan menu siap saji seperti ayam goreng, ayam bakar, dan menu
ayam lainnya di warung milik orangtuanya di dekat kampus UNS Solo.
Impian itu sendiri terinpirasi oleh cerita seorang
pedagang bakso yang sukses mengarungi hidup di Medan. Ketika pria kelahiran 30
November 1957 itu tengah merintis usaha warung lesehan di Solo selepas
mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil, suatu saat pedagang bakso asal
Solo tersebut bertandang ke tempat Puspo. Dia bercerita bahwa peluang
usaha warung makan di Medan sangat bagus. Pedagang bakso itu telah
membuktikannya. Dalam sehari ia bisa meraup keuntungan bersih di akhir tahun
1990 itu sekitar Rp 300.000. Dari keuntungan berjualan bakso dengan gerobak
sorong itulah teman Puspo ini bisa pulang menengok kampung halamannya di Solo
setiap bulan. "Dengan uang, jarak antara Solo Medan lebih dekat dibanding
Solo Semarang, " kata Puspoyo menirukan ucapan temannya tadi. Wajar saja
jika dengan pesawat terbang waktu tempuh antara Medan Solo Berganti pesawat di
Jakarta hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam.
Cerita sukses temannya itu begitu membekas di benak
Puspo. "Saya bertekad bulat akan merantau ke Medan," pikirnya. Untuk
mewujudkan keinginannya itu, apa boleh buat, warung makan yang termasuk
perintis warung lesehan di kota pusat kebudayaan Jawa itu pun ia jual kepada
temannya. Uang hasil penjualan yang tak seberapa itu ia manfaatkan untuk
membeli tiket bus ke Jakarta. Mengapa Jakarta? "Karena dengan uang yang
saya miliki, bekal saya belum cukup untuk merantau ke Medan," katanya.
Ketika tengah merantau di ibu kota itu, suatu hari Puspo membaca lowongan
pekerjaan sebagai guru di sebuah perguruan bernama DR Wahidin di Bagan
Siapiapi, Sumatera Utara. Apa boleh buat, demi mewujudkan citacitanya, ia
berusaha mengumpulkan modal dengan kembali menjadi guru. Bedanya, kali ini ia
tidak lagi menjadi pegawai negeri seperti sebelumnya ketika menjadi staf
pengajar mata pelajaran Pendidikan Seni di SMA Negeri Muntilan, Kabupaten
Magelang.
"Target saya cuma dua tahun menjadi guru
lagi," katanya. Di sinilah anak pasangan Sugiman Suki ini ketemu
dengan isteri pertamanya Rini Purwanti yang sama-sama menjadi tenaga pengajar
di sekolah tersebut. Dua tahun menjadi guru ia berhasil mengumpulkan tabungan
senilai Rp 2.400. 000. Dengan uang inilah keinginannya menaklukkan kota Medan
tak terbendung lagi. Uang tabungan itu sebagian ia gunakan untuk menyewa rumah
dan membeli sebuah motor Vespa butut. Masih ada sisa Rp 700.000 yang kemudian
ia manfaatkan sebagai modal membangun warung kaki Lima di bilangan Polonia
Medan.
Disini ia menyewa lahan 4x4 meter persegi seharga
Rp 1.000 per hari. Suatu saat pegawainya tertimpa masalah. Ia terlibat utang
dengan rentenir. Puspo membantunya dengan cara meminjamkan uang. Sebagai ucapan
terimakasih, sang pegawai membawa wartawan sebuah harian lokal Medan. Si
wartawan yang merupakan sahabat suami pegawai yang ditolong Puspo kemudian
menuliskan profilnya. Judul artikel itu Sarjana Buka Ayam Bakar Wong Solo.
Artikel itu membawa rezeki bagi Puspo. Esok hari setelah artikel dimuat, banyak
orang berbondong-bondong mendatangi warungnya. Siapa sangka jika dari sebuah
warung kecil ini kemudian melahirkan sebuah usaha jaringan rumah makan yang
cukup kondang di seantero Medan. Impian untuk menaklukkan "jarak"
Solo Medan lebih dekat dibanding Solo Semarang pun menjadi kenyataan. Bukan itu
saja, penilaian atas prestasi bisnis yang dirintis Puspo lebih jauh melewati
impian yang ia tinggalkan sebelumnnya.
Dari ibu kota Sumatera Utara ini nanti Rumah Makan
Ayam Bakar Wong Solo (Wong Solo) melejit ke pentas bisnis nasional. Belakangan
ini nama Wong Solo semakin berkibarkibar setelah berhasil menaklukkan Jakarta
setelah sebelumnva "mengapung" dari daerah pinggiran. Dalam waktu
relatif singkat kehadiran Wong Solo telah merengsek dan menanamkan tonggaktonggak
bisnisnya di pusat kota metropolis ini. Ekspansinya pun semakin tak tertahankan
dengan memasuki berbagai kota besar di Indonesia. Fenomena Wong Solo mengundang
decak kekaguman berbagai kalangan dari pejabat pemerintah, para pelaku bisnis hingga
para pengamat. Hampir semua outletnya di Jakarta selalu sesak pengunjung,
terutama di akhir pekan dan hari libur. Bahkan ketika bulan Ramadhan kemarin,
semua outlet tersebut membatasi jumlah pengunjung saat berbuka puasa.
Skala usaha Wong Solo itu memang belum sekelas para
konglomerat masa lalu yang dengan enteng menyebut angka aset, omset atau
keuntungan per tahun yang triliunan rupiah. "usaha saya memang belum kelas
triliunan seperti para konglomerat yang kaya utang itu," paparnya. Kendati
masih tergolong usaha menengah, namun kinerja wong Solo sangat solid dan tak
punya beban utang. Ia memiliki pondasi kuat untuk terus berkembang. Untuk
mewujudkan mimpimimpinya, ayah sembilan anak dari empat istri ini telah
melewati rute perjalanan yang berlikaliku lengkap dengan segala tantangannya.
Ada masa ketika di waktuwaktu awal merintis usaha
di Medan ia nyaris patah semangat garagara selama berhari-hari tak pernah
meraih untung. Hanya berjualan dua atau tiga ekor ayam bakar plus nasi,
terkadang dalam satu hari tak seekor pun yang laku. Pernah pula seluruh
dagangannya yang telah dimasak di rumah tumpah di tengah jalan karena jalanan
licin sehabis hujan. "Apa boleh buat, saya terpaksa pulang dan memasak
lagi". katanya. Istrinya yang tak sabar melihat lambannya usaha Puspo
bahkan sempat memberi tahu ayahnya agar memberitahu ayahnya agar mempengaruhi
Puspo supaya tak berjualan ayam bakar lagi. "Mertua saya bilang, kapan
kamu akan tobat," katanya menirukan ucapan sang mertua.
Pada awal perantauannya ke Medan, Puspo wardoyo,
sama sekali tak menyangka jika usaha warung ayam bakar “Wong Solo” akan
berkembang seperi sekarang. Maklum, rumah makan yang dibukanya hanyalah sebuah
warung berukuran sekitar 3x4 meter di dekat bandara Polonia, Medan. Setahun pertama
dia hanya mampu menjual 3 ekor ayam per hari yang dibagibagi menjadi beberapa
potong. Harga jual per potongnya Rp 4.500 plus sepiring nasi.
Di tahun kedua, naik menjadi 10 ekor ayam per hari
Namun sekarang, 13 tahun kemudian, di memiliki lebih dari 16 cabang tersebar di
medan, Banda Aceh, Padang, Solo, Denpasar, Pekanbaru, Surabaya, Semarang,
Jakarta, Malang dan Yogyakarta meskipun masih mengandalkan ayam bakar, namun
menunya kini makin beragam hingga 100 jenis. Sudah terbiasa bagi Wardoyo untuk
menyisihkan 10 % dari keuntungannya untuk amal. Dia percaya, Tuhan akan
memperkaya orang yang banyak beramal. Maka jangan heran bila Anda kebetulan
mampir di salah satu rumah makannya menyaksikan karyawannya sedang berkerumun
di saat menjelang atau usai jam kerja. Mereka sedang melaksanakan ibadah
“kultum” atau kuliah tujuh menit.
3
PROFIL ORANG SUKSES KARENA BEKERJA
1.
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17
Agustus 1951; umur 61 tahun), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos
Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23
Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet
Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha
Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar.
·
Awal karier
Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter
sebuah surat kabar kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 1975. Tahun
1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan
memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
·
Jawa Pos
Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos
yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun
menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian
terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar
terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah,
serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil
mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan
kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun
televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan
Riau TV di Pekanbaru. Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT
Fangbian Iskan Corporindo (FIC) yang akan memulai pembangunan Sambungan
Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan
Surabaya di Indonesia dan Hong Kong, dengan panjang serat optik 4.300
kilometer.
·
Perusahaaan Listrik Negara (PLN)
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur
utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama
kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Semenjak memimpin
PLN, Dahlan membuat beberapa gebrakan diantaranya bebas byar pet se Indonesia
dalam waktu 6 bulan, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga berencana
membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011. Sebelumnya, tahun 2010 PLN telah
berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda,
Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan
Citrawangan.
·
Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN)
Pada tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk
sebagaipengganti Menteri BUMN yang menderita sakit. Ia terisak dan terharu
begitu dirinya dipanggil menjadi menteri BUMN karena ia berat meninggalkan PLN
yang menurutnya sedang pada puncak semangat untuk melakukan reformasi PLN. Dahlan
melaksanakan beberapa program yang akan dijalankan dalam pengelolaan BUMN.
Program utama itu adalah restrukturisasi aset dan downsizing (penyusutan
jumlah) sejumlah badan usaha. Ihwal restrukturisasi masih menunggu persetujuan
Menteri Keuangan. Beberapa kinerjanya disorot. Dahlan gagal membawa lima
perusahaan BUMN untuk melepas saham perdana (initial public offering/IPO) di
lantai bursa. Adapun, berkat kepemimpinannya, BUMN dinilai bersih dari korupsi
oleh masyarakat juga merupakan kinerja dan keberhasilannya membangun BUMN.
·
Kehidupan pribadi
Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan
dangan kondisi serba kekurangan. Orangtuanya tidak ingat tanggal berapa Dahlan
dilahirkan. Dahlan akhirnya memilih tanggal 17 Agustus dengan alasan mudah
diingat karena bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Dahlan
Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati pada tahun 2008. Buku ini berisi
tentang pengalaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di Cina. Selain
sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari
dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan
Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
2.
BJ. Habibie

Nama Bacharuddin Jusuf Habibie, TTL Pare-Pare,
Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan
bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo.
Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini
dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Semasa
mudanya beliau dikenal sebagai orang yang cerdas terutama ddala bidang eksakta. Karena
kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB
(Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan
beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di
Jerman. Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule,
Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata
9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma
Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot
membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang
yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat
persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi
membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya
berhasil. Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar
Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean
Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di
Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.
Rumus yang di temukan oleh Habibie
dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack
propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki
sebagai "Mr. Crack". Pada tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan
(Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. dari tempat yang sama tahun 1965.
Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga
internasional di antaranya, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga
Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London
(Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The
Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of
Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah
diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang
hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat
penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja
Manggala Bhakti Kencana. Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara
Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR
menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi
Presiden RI menggantikanSoeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3.
Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie hingga masa
periodenya berakhir.
3.
TANTOWI YAHYA

Tantowi lahir dan tumbuh di Dusun Indra
Laya, Kabupaten Ogan Komering Ilir Palembang. Ayahnya H.M. Yahya Matusin,
seorang kyai yang berprofesi sebagai pedagang kacamata dan ibunya Hj. Komariah
Yahya, seorang tokoh partai Ketua Umum DPP PPP (1989-1994) di Palembang,
mendidiknya dengan baik. Oleh karena itu, meski tinggal jauh dari kota, pria
kelahiran 29 Oktober 1960 ini sudah menyimpan cita-cita ingin menjadi orang
sukses. Selepas
tamat STM pada tahun 1979, pria yang menjalani pendidikan dasar hingga lanjutan
atas di kampung halamannya ini berangkat ke Pulau Jawa, persisnya ke kota
pelajar Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978) Yogyakarta. Namun niatnya
untuk kuliah terganjal ijazah STM-nya. Saat itu, lulusan STM tidak
diperbolehkan melanjutkan kuliah ke universitas karena dipersiapkan untuk
langsung bekerja.
Ditolak di Universitas, tidak mebuat
niat Tantowi untuk kuliah berhenti. Ia kemudian mengambil program D-I di Akademi
Pariwisata Indonesia Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978) Yogyakarta.
Setelah mengantongi ijazah diploma satu pada tahun 1982, ia kemudian hijrah ke
Jakartadan pekerja di Hotel Borobudur sebagai resepsionis.
Dalam perjalanannya, Tantowi sering
berpindah-pindah pekerjaan karena ia merasa tidak ada tantangan di tempatnya
bekerja. Selain di Hotel Borobudur, ia pernah bekerja di Hotel Hilton. HIngga
suatu ketika pada tahun 1987, Wakil ndirektur PT BASF Indonesia menawarkan
pekerjaan padanya. Kesempatan itu tidak ia sia-siakan. Sejak bekerja di BASF,
Tantowi mulai mengenal dunia hiburan. Di BASF, ia mewakili karirnya sebagai
promotion officer. Dalam dua tahun, ia sudah menempati posisi sebagai pro,otion
manager, sebuah posisi yang seharusnya diduduki lulusan S1 atau S2. Setelah
tujuh tahun bekerja di perusahaan pita rekaman tersebut, pada tahun 1994,
Tantowi keluar dari BASF dan kebetulan bersamaan dengan itu, produksi pita
kaset di BASF ditutup seiring dengan munculnya teknologi baru berupa disc.
Nama Tantowi mulai dikenal masyarakat
saat membawakan acara kuis Gita Remaja di stasiun TVRI pada tahun 1989. Selama
lima tahun membawakan acara kuis itu, ia banyak menerima tawaran menjadi MC
(master of ceremony) untuk berbagai acara. Popularitasnya semakin berkibar
tatkala ia membawakan kuis bertaraf internasional "Who Wants to Be a
Millionaire" yang ditayangkan di RCTI pada tahun 2001 hingga 2006. Ia juga
pernah menjadi presenter acara "Are You Smarter Than a 5th Grader?"
dan pemandu acara musik country di stasiun MetroTV. Kerja kerasnya di dunia
presenter dihadiahi penghargaan The Most Favourite Television Quiz Host dalam
ajang Panasonic Awards tahun 2003, 2004, dan 2005.
Sebagai figur publik yang dikenal suka
membaca, ia kemudian didaulat menjadi Duta Baca Indonesia (DBI) oleh
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) pada tahun 2006. Dengan
penyematan gelar tersebut, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika
(PPIA) masa bakti 2004-2006 ini bertugas meningkatkan kesadaran membaca
masyarakat Indonesia dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dengan melakukan
kegiatan kampanye di bebagai media, baik cetak maupun elektronik. Terpilihnya
Tantowi sebagai Duta Baca Indonesia tidaklah salah. Sedari kecil, ia sudah
dididik untuk suka membaca. Tantowi sudah biasa melahap dua harian koran
nasional Pelita dan Merdeka yang dibeli ibunya.
Itulah sebabnya, dalam menjalankan
tugasnya sebagai Duta Baca Indonesia itu, ia selalu menuturkan pengalamannya
bahwa kesuksesannya itu adalah berkat dorongan ibunya. Di dalam misinya
menghimbau masyarakat untuk meningkatkan minat membaca, ia membuat semboyan
"Ibuku Sebagai Perpustakaan Pertamaku". Menurutnya, peranan keluarga
sangat penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Orangtua harus dapat
menyediakan kebutuhan bahan bacaan bagi anaknya. Dan figur ibu menurutnya,
harus bisa memberikan teladan membaca di lingkungan keluarganya.
Setelah sukses di dunia hiburan, sejak
tahun 2009, Anggota DPR RI (2009-2014, Presenter. Tantowi Yahya berkiprah
sebagai politisi Senayan. Pada Pemilu 2009, ia terpilih menjadi angota DPR RI
(2009-2014) mewakili Partai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar dari daerah
pemilihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan. Sebagai anggota
dewan, ia duduk di Komisi I yang salah satunya menangani bidang pertahanan dan
keamanan.
KARAKTER YANG INGIN SAYA MILIKI
Berorientasi
pada aksi karena
menurut saya lebih baik menyegerakan bertindak dari pada terlalu berpikir
panjang, menyegerakan bertindak bukan berarti gegabah namun tetap memperhatikan
perkiraan perkiraan terhadap apa yang akan terjadi karena terlalu banyak
berpikir menurut saya akan memperlambat tindakan, bekerja keras saya ingin menjadi pribadi yang gigih dan sanggup
bekerja keras untuk mencapai sebuah mimpi dan tujuan, kemauan untuk belajar karena karakter ini merupakan karakter yang
menjadikan orang tidak merasa tinggi hati terhadap ilmu yang telah ia miliki,
serta disiplin karena karakter ini termasuk karakter yang tegas akan waktu.
Saya ingin memiliki karakter ini agar tidak menjadi pribadi yang menyia-nyiakan
waktu dan dapat berusaha lebih keras mencapai suatu hal. Dalam berwirausaha dituntut untuk
selalu ber inovasi karena jika mengalami kegagalan kita harus berfikir untuk meneruskan rencana yang gagal tersebut dengan membuat inovasi yang baru atau memilih membuat rencana baru. Dengan mendapatkan kegagalan dalam berwirausaha kita bisa mendapatkan pengalaman yang banyak dan dapat dijadikan sebagai pembelajaran usaha kedepannya.
REFERENSI
:






1 komentar:
How to make a win in Roulette - JamBase
Winning the 광주 출장마사지 Roulette wheel is important 광양 출장샵 for this game. 원주 출장안마 To 안성 출장안마 learn more 김천 출장샵 about how to win, click here. In Roulette, a winning roulette wheel has
Posting Komentar