Tugas 1 - Kewirausahaan

Rabu, 21 September 2016

A.     PENGERTIAN WIRASWASTA DAN ENTREPRENEUR
Wiraswasta berasal dari kata wira dan swasta. Wira berarti berani dan swasta diartikan berdiri menurut kekuatan sendiri. Sehingga istilah wiraswasta adalah mewujudkan aspirasi kehidupan mandiri dengan landasan keyakinan dan watak yang luhur. Definisi Wiraswasta dan Entrepreneur menurut para ahli:
Menurut Sumahawijaya [1980]: wiraswasta memuat sifat keberanian, keutamaan, keteladanan, dan semangat yang bersumber dari kekuatan sendiri. Menurut Suryo [1986]: mengatakan bahwa secara definitif wiraswastawan adalah orang yang memiliki sifat mandiri, berpandangan jauh, kreatif, inovatif, tangguh & berani menanggung resiko dalam pengelolaan usaha & kegiatan yang mendatangkan keberhasilan. Menurut Buchari Alama, Wiraswasta adalah seseorang yang memiliki pribadi yang besar, produktif, ACTION-tan Kratif melaksanakan rencana tersebut berasal dari ide itu sendiri, dan kemudian memperluas kegiatannya dengan penggunaan orang lain dan selalu berpegang pada nilai-nilai disiplin dan kejujuran yang tinggi. Menurut Fadel Muhammad, Wiraswasta adalah orang-orang yang fokus pada peluang daripada risiko. Menurut Daoed Yoesoef (1981), Wiraswasta merupakan dipimpin usaha, baik secara teknis dan / atau ekonomis dengan aspek fungsional seperti: telah, mengurus, mengambil tantangan ketidakpastian, bisnis baru mempe-lopori, penemu (inovator) atau peniru (imitator); dengan cara mengejar keuntungan maksimum dan manfaat serta membawa bisnis untuk kemajuan, perluasan, pengembangan, melalui kepemimpinan ekonomi untuk meningkatkan prestise, kebebasan, kekuasaan dan kehormatan serta kelangsungan usaha
Kata entrepreneur atau wirausaha dalam bahasa Indonesia merupakan gabungan dari wira (gagah, berani, perkasa) dan usaha (bisnis) sehingga istilah entrepreneur dapat diartikan sebagai orang yang  berani atau perkasa dalam usaha/bisnis. Menurut Josep Schumpeter wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Secara sederhana arti wirausaha (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil risiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil risiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti.
Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18). Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi.
Menurut Richard Cantillon (1775) kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian. Menurut Jean Baptista Say (1816) seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya. Secara konseptual, seorang wirausahawan dapat didefinisikan dari beberapa sudut pandang dan konteks sebagai berikut:
1.   Bagi ahli ekonomi seorang entrepreneur adalah orang yang mengkombinasikan resources, tenaga kerja, material dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya, dan juga orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi, dan perbaikan produksi lainnya.
2.  Bagi seorang psychologist seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam untuk memperoleh sesuatu tujuan, suka mengadakan eksperimen atau untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.
3.    Bagi seorang businessman atau wirausaha adalah merupakan ancaman, pesaing baru atau juga bisa seorang partner, pemasok, konsumen atau seorang yang bisa diajak kerjasama.
4.    Bagi seorang pemodal melihat wirausaha adalah seorang yang menciptakan kesejahteraan buat orang lain, yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan resources, mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja yang disenangi oleh masyarakat.15

B.     KARAKTERISTIK WIRAUSAHA
Menurut M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer terdapat delapan karakteristik kewirausahaan yang meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.   Rasa tanggung jawab (desire for responbility), yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
2.  Memiliki risiko yang moderat (preference for moderate risk), yaitu lebih memilih risiko yang moderat, artinya selalu menghindari risiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
3.  Percaya diri terhadap kemampuan sendiri (confidence in their ability to success), yaitu memiliki kepercayaan diri atas kemampuan yang dimilikinya untuk memperoleh kesuksesan.
4.  Menghendaki umpan balik segera (desire for immediate feedback), yaitu selalu menghendaki adanya unsur timbal balik dengan segera, ingin cepat berhasil.
5.    Semangat dan kerja keras (high level of energy), yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
6.   Berorientasi ke depan (future orientation), yaitu berorientasi masa depan dan memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan.
7.      Memiliki kemampuan berorganisasi (skill at organization), yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
8.      Menghargai prestasi (value of achievement over money), yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang.

Sedangkan, menurut By Grave, karakteristik wirausahawan meliputi 10 D, sebagai berikut :
1.    Dream, yaitu seorang wirausaha mempunyai visi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
2.   Decisiveness, yaitu seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan.
3.    Doers, yaitu seorang wirausaha dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjuti. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin dan tidak menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnnya.
4. Determination, yaitu seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.
5.      Dedication, yaitu seorang wirausaha dedikasi terhadap bisnisnya sangat tinggi.
6.      Devotion, yaitu mencintai pekerjaan bisnisnya dan produk yang dihasilkan.
7.      Details, yaitu seorang wirausaha sangat memerhatikan faktor-faktor kritis secara rinci.
8.  Destiny, yaitu bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya, bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain.
9.    Dollars, seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan karena uang.
10. Distribute, yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang kepercayaannya yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak untuk mencapai sukses dalam bidang bisnis.

C.     APA HUBUNGANNYA MATERI DENGAN JURUSAN TEKNIK INDUSTRI?
Menurut saya jurusan teknik industri dengan materi kewirausahaan memiliki hubungan, bukan hanya dalam ruang lingkup kewirausahaan, karena jurusan teknik industri memiliki cakupan yang luas. Sehingga muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul. Oleh karena itu, dengan mempeajari kewirausahaan, lulusan jurusan teknik industri ini memiliki peluang dalam membangun sebuah usaha sendiri sesuai dengan mimpi yang ingin mereka raih seperti salah satu dari karakteristik kewirausahaan itu sendiri, di berbagai jenis usaha dengan bekal ilmu yang telah didapatkan.


REFERENSI
Buchari Alma. Kewirausahaan…, hlm. 33
Arman Hakim Nasution, dkk. Entrepreneurship. Membangun Spirit Teknopreneurship.
Yogyakarta: ANDI. 2007. hlm. 2
Suryana, Kewirausahaan…., hlm.24
Kasmir, Kewirausahaan…., hlm,16
Barnawi, Mohammad Arifin. Schoolpreneurship: Membangkitkn Jiwa & Sikap
Kewirausahaan Siswa. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media. 2012.
Suryana, Kewirausahaan…., hlm. 23
Basrowi. Kewirausahaan Untuk Perguruan Tinggi. Bogor : Penerbit Ghalia Indonesia.

2011.

0 komentar:

Posting Komentar