(ARTI PENTING ORIENTASI PEMASARAN DAN HAL APA SAJA YANG MENYEBABKAN KEGAGALAN DALAM MEMILIH PELUANG BISNIS BARU)
A.
ARTI PENTING
ORIENTASI PEMASARAN
Orientasi pasar merupakan salah satu bagian
dari pemasaran. Pemasaran adalah kegiatan yang memberikan arah kepada seluruh
aktivitas bisnis/niaga yang meliputi bauran pemasaran di mana produk (barang,
jasa, dan ide) yang dipasarkan merupakan perwujudan dari konsep yang mengalami
proses pengembangan dan produksi yang ditujukan kepada pemakai akhir (Hibertus,
2007).
Sedangkan Menurut Kotler (1980) pemasaran
adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan
kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan
pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Dalam orientasi
pasar perlu pengetahuan mengenai jenis pasar yang akan dimasuki, termasuk di
dalam karakteristiknya. Dengan demikian dapat diketahui arah yang jelas
mengenai orientasi pasar dari produk yang dihasilkan. Adapun orientasi pasar
yang dimaksud untuk produk industri kerajinan logam adalah pasar dalam
negeri/domestik dan pasar ekspor atau luar negeri.
Manajemen
strategi orientasi pasar adalah sistem yang dirancang untuk membantu
manajemen dengan cepat dalam membuat, menentukan strategi, melalui usaha menciptakan
visi strategi. Keputusan suatu strategi yang dirumuskan akan menunjukkan
daya kekuatannya, perubahan atau proses dari terbentuknya strategi. Suatu strategi
biasanya disusun untuk jangka waktu lebih satu tahun, bahkan kadang dalam
beberapa dekade masih bisa dipergunakan. Terdapat perbedaan kemampuan yang nyata
untuk menentukan taktik, dan strategi, biasanya bisa dilihat dalam biaya
pemakaian sumberdaya dan penggunaan waktu yang tersedia, baik itu hanya untuk
sekedar pengulangan strategi atau perubahan strategi. Kadang-kadang suatu
keputusan yang salah merupakan pemborosan biaya yang berlebihan, dimana hal itu
akan dapat mengancam eksistensi organisasi.
Upaya memperhatikan para pesaing, bukan sekadar
memahami saja dan berusaha untuk mengalahkan cara mereka berbisnis, namun
perusahaan harus peduli terhadap pelanggannya dengan cara yang lebih inovatif
dan memberi sesuatu yang lebih baik dibanding pesaingnya (Kotler dan Armstrong,
2004).
Mengidentifikasi
kebutuhan untuk diantisipasi dalam strategi seringkali menjadi tahap yang rawan. Keruwetan
besar sering terjadi, karena strategi bukan hanya menunjukkan keputusan yang
dibuat tetapi lebih menunjukkan aktifitas/kegiatan proses pembuatannya. Selanjutnya peran penting
dari manajemen strategi orientasi pasar adalah agar tidak timpang
dalam memilih alternatif-alternatif strategi yang paling baik, yaitu dari
banyaknya analisa-analisa yang dilakukan guna diperoleh keleluasaan
memilih sesuai ciri-ciri tertentu alternatif yang ada. Berbagai manfaat
dan keuntungan penerapan manajemen strategi orientasi pasar
adalah :
Ø Mempercepat
pertimbangan dalam pemilihan strategi.
Ø Pertimbangan
kemampuan jangka panjang.
Ø Meningkatkan
keakuratan dalam keputusan alokasi dana.
Ø Melengkapi
metode untuk membantu menganalisa strategi dan membuat keputusan.
Ø Melengkapi
manajemen strategi dan sistem kontrolnya.
Ø Memperbaiki
komunikasi dan koordinasi baik secara verti-kal maupun horizontal.
Ø Membantu
mengatasi perubahan.
B.
HAL-HAL
YANG MENYEBABKAN KEGAGALAN DALAM MEMILIH PELUANG BISNIS BARU
Sangat mengejutkan hasil survey yang
dilakukan oleh Michael E. Gerbertentang bisnis-bisnis baru yang mengalami
kegagalan pada tahun kedua sebanyak 80 %. Apakah bisnis Anda berada dalam 20
%-nya? Tentunya Anda berada di tingkat kesuksesan. Sebagai pemilik bisnis, Anda
harus mengetahui apa penyebab kegagalan dalam berbisnis, sehingga kita harus
mengantisipasinya dan menjadikan bisnis Anda menjadi sukses dan lebih sukses
lagi. Adapun 7 alasan utama kegagalan bisnis adalah sebagai berikut:
1.
Kurangnya pemahaman usaha dan tempat usaha
Membuat usaha bukan hanya sekadar memproduksi suatu barang namun harusmengerti
tentang kebutuhan masyarakat baik dari segi frekuensi, kuantitas, bentuk/jenis
dan kualitasnya. Tidak hanya itu, kita juga harus memperhitungkan lokasi usaha
serta kelengkapan usaha. Pilihlah lokasi usaha yang strategis, dekat dengan
pasar, adan kemudahan akses baik dalam jangkauan fisik ataupun teknologi. Sebab
hal ini dapat mengefisienkan biaya produksi dan transportasi.
2.
Kurangnya pengalaman dan strategi pemasaran
Dalam membangun suatu usaha kita mesti memiliki pengalaman. Jika
kita kurang memiliki pengalaman dan tidak paham tentang strategi bisnis, Anda
dapat menanyakan kepada konsultan atau join kepada orang yang memiliki pengalaman
lebih agar strategi pemasarannya jelas kepada siapa akan dijual, bagaimana
menjualnya, bagaimana cara mengikat pelanggan, dsb.
3.
Kurang pemahaman dalam pengadaan dan pemeliharaan
bahan baku dan sarana
Banyak para pengusaha yang memulai usahanya dengan serta merta
membeli bahan baku dalam jumlah yang besar tanpa adanya perhitungan mengenai
jumlah permintaan masyarakat. Anda juga harus mengerti dalam hal pemeliharaan
bahan baku untuk produksi agar bahan baku produksi tidak cepat rusak.
4.
Kurangnya kehandalan pengelolaan administrasi dan
keuangan
Keputusan strategi usaha harus berdasarkan histori administrasi.
Sehingga keputusan yang diambil tidak hanya mengandalkan insting melainkan
berbasis data. Begitu juga dalam hal keuangan, anda harus dapat mengakumulasi
pendapatan rutin bulanan, mengkorelasi antara pendapatan, penjualan dan
penggunaan bahan baku. Sehingga mengurangi resiko usaha dalam hal keuangan
perusahaan.
5.
Kurangnya kehandalan pengelolaan modal dan
kendali kredit.
Memperhitungkan kebutuhan modal dengan kemampuan bayar bulanan
dan skala likuditasnya. Ketika anda mengajukan kredit ke bank, tentu anda pun
juga harus berhati-hati dalam memberikan kredit atau pending payment kepada
pelanggan anda, pilah-pilah mana yang tertib dan tidak, lalu tentukan sikap
skala prioritasnya.
6.
Kurangnya kehandalan SDM yang berwawasan wirausaha
SDM yang berwawasan wirausaha akan membentuk jiwa yang kokoh,
karena beranggapan bahwa selain dia staff namun juga sosok yang yakin bahwa
dengan sukses di bidangnya maka dia telah berhasil sebagai wirausahawan
layaknya pemilik usaha, walau hanya dalam area kerjanya.
7.
Kurangnya pemahaman perubahan teknologi
Kegagalan usaha pemahaman teknologi ini tidak semata karena
pemahaman pembelian namun juga pemeliharaan, misal banyak data keuangan, data
nasabah yang hilang karena virus, atau ketidakmampuan staf dalam melindungi
data file konsumen. Teknologi juga berakitan dengan keberhasilan pemasaran baik
dalam mendesain grafis, pubklikasi profil dalam cd, membuat website atau blog
gratis
REFERENSI
:



0 komentar:
Posting Komentar