TUGAS INDIVIDU 2 - KEWIRAUSAHAAN

Minggu, 02 Oktober 2016


(ARTI PENTING ORIENTASI PEMASARAN DAN HAL APA SAJA YANG MENYEBABKAN KEGAGALAN DALAM MEMILIH PELUANG BISNIS BARU)


A.        ARTI PENTING ORIENTASI PEMASARAN
Orientasi pasar merupakan salah satu bagian dari pemasaran. Pemasaran adalah kegiatan yang memberikan arah kepada seluruh aktivitas bisnis/niaga yang meliputi bauran pemasaran di mana produk (barang, jasa, dan ide) yang dipasarkan merupakan perwujudan dari konsep yang mengalami proses pengembangan dan produksi yang ditujukan kepada pemakai akhir (Hibertus, 2007).
Sedangkan Menurut Kotler (1980) pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Dalam orientasi pasar perlu pengetahuan mengenai jenis pasar yang akan dimasuki, termasuk di dalam karakteristiknya. Dengan demikian dapat diketahui arah yang jelas mengenai orientasi pasar dari produk yang dihasilkan. Adapun orientasi pasar yang dimaksud untuk produk industri kerajinan logam adalah pasar dalam negeri/domestik dan pasar ekspor atau luar negeri.
Manajemen strategi orientasi pasar adalah sistem yang dirancang untuk membantu manajemen dengan cepat dalam membuat, menentukan strategi, melalui usaha menciptakan visi strategi. Keputusan suatu strategi yang dirumuskan akan menunjukkan daya kekuatannya, perubahan atau proses dari terbentuknya strategi. Suatu strategi biasanya disusun untuk jangka waktu lebih satu tahun, bahkan kadang dalam beberapa dekade masih bisa dipergunakan. Terdapat perbedaan kemampuan yang nyata untuk menentukan taktik, dan strategi, biasanya bisa dilihat dalam biaya pemakaian sumberdaya dan penggunaan waktu yang tersedia, baik itu hanya untuk sekedar pengulangan strategi atau perubahan strategi. Kadang-kadang suatu keputusan yang salah merupakan pemborosan biaya yang berlebihan, dimana hal itu akan dapat mengancam eksistensi organisasi.
Upaya memperhatikan para pesaing, bukan sekadar memahami saja dan berusaha untuk mengalahkan cara mereka berbisnis, namun perusahaan harus peduli terhadap pelanggannya dengan cara yang lebih inovatif dan memberi sesuatu yang lebih baik dibanding pesaingnya (Kotler dan Armstrong, 2004).
Mengidentifikasi kebutuhan untuk diantisipasi dalam strategi seringkali menjadi tahap yang rawan. Keruwetan besar sering terjadi, karena strategi bukan hanya menunjukkan keputusan yang dibuat tetapi lebih menunjukkan aktifitas/kegiatan proses pembuatannya. Selanjutnya peran penting dari manajemen strategi orientasi pasar adalah agar tidak timpang dalam memilih alternatif-alternatif strategi yang paling baik, yaitu dari banyaknya analisa-analisa yang dilakukan guna diperoleh keleluasaan memilih sesuai ciri-ciri tertentu alternatif yang ada. Berbagai manfaat dan keuntungan penerapan manajemen strategi orientasi pasar adalah :
Ø  Mempercepat pertimbangan dalam pemilihan strategi.
Ø  Pertimbangan kemampuan jangka panjang.
Ø  Meningkatkan keakuratan dalam keputusan alokasi dana.
Ø  Melengkapi metode untuk membantu menganalisa strategi dan membuat keputusan.
Ø  Melengkapi manajemen strategi dan sistem kontrolnya.
Ø  Memperbaiki komunikasi dan koordinasi baik secara verti-kal maupun horizontal.
Ø  Membantu mengatasi perubahan.

B.        HAL-HAL YANG MENYEBABKAN KEGAGALAN DALAM MEMILIH PELUANG BISNIS BARU
Sangat mengejutkan hasil survey yang dilakukan oleh Michael E. Gerbertentang bisnis-bisnis baru yang mengalami kegagalan pada tahun kedua sebanyak 80 %. Apakah bisnis Anda berada dalam 20 %-nya? Tentunya Anda berada di tingkat kesuksesan. Sebagai pemilik bisnis, Anda harus mengetahui apa penyebab kegagalan dalam berbisnis, sehingga kita harus mengantisipasinya dan menjadikan bisnis Anda menjadi sukses dan lebih sukses lagi. Adapun 7 alasan utama kegagalan bisnis adalah sebagai berikut:
1.    Kurangnya pemahaman usaha dan tempat usaha
Membuat usaha bukan hanya sekadar memproduksi suatu barang namun harusmengerti tentang kebutuhan masyarakat baik dari segi frekuensi, kuantitas, bentuk/jenis dan kualitasnya. Tidak hanya itu, kita juga harus memperhitungkan lokasi usaha serta kelengkapan usaha. Pilihlah lokasi usaha yang strategis, dekat dengan pasar, adan kemudahan akses baik dalam jangkauan fisik ataupun teknologi. Sebab hal ini dapat mengefisienkan biaya produksi dan transportasi.
2.    Kurangnya pengalaman dan strategi pemasaran
Dalam membangun suatu usaha kita mesti memiliki pengalaman. Jika kita kurang memiliki pengalaman dan tidak paham tentang strategi bisnis, Anda dapat menanyakan kepada konsultan atau join kepada orang yang memiliki pengalaman lebih agar strategi pemasarannya jelas kepada siapa akan dijual, bagaimana menjualnya, bagaimana cara mengikat pelanggan, dsb.
3.    Kurang pemahaman dalam pengadaan dan pemeliharaan bahan baku dan sarana
Banyak para pengusaha yang memulai usahanya dengan serta merta membeli bahan baku dalam jumlah yang besar tanpa adanya perhitungan mengenai jumlah permintaan masyarakat. Anda juga harus mengerti dalam hal pemeliharaan bahan baku untuk produksi agar bahan baku produksi tidak cepat rusak.
4.    Kurangnya kehandalan pengelolaan administrasi dan keuangan
Keputusan strategi usaha harus berdasarkan histori administrasi. Sehingga keputusan yang diambil tidak hanya mengandalkan insting melainkan berbasis data. Begitu juga dalam hal keuangan, anda harus dapat mengakumulasi pendapatan rutin bulanan, mengkorelasi antara pendapatan, penjualan dan penggunaan bahan baku. Sehingga mengurangi resiko usaha dalam hal keuangan perusahaan.
5.    Kurangnya kehandalan pengelolaan modal dan kendali kredit.
Memperhitungkan kebutuhan modal dengan kemampuan bayar bulanan dan skala likuditasnya. Ketika anda mengajukan kredit ke bank, tentu anda pun juga harus berhati-hati dalam memberikan kredit atau pending payment kepada pelanggan anda, pilah-pilah mana yang tertib dan tidak, lalu tentukan sikap skala prioritasnya.
6.    Kurangnya kehandalan SDM yang berwawasan wirausaha
SDM yang berwawasan wirausaha akan membentuk jiwa yang kokoh, karena beranggapan bahwa selain dia staff namun juga sosok yang yakin bahwa dengan sukses di bidangnya maka dia telah berhasil sebagai wirausahawan layaknya pemilik usaha, walau hanya dalam area kerjanya.
7.    Kurangnya pemahaman perubahan teknologi
Kegagalan usaha pemahaman teknologi ini tidak semata karena pemahaman pembelian namun juga pemeliharaan, misal banyak data keuangan, data nasabah yang hilang karena virus, atau ketidakmampuan staf dalam melindungi data file konsumen. Teknologi juga berakitan dengan keberhasilan pemasaran baik dalam mendesain grafis, pubklikasi profil dalam cd, membuat website atau blog gratis

REFERENSI :

0 komentar:

Posting Komentar