Tugas 2 Etika Profesi

Jumat, 17 Maret 2017

Jelaskan berbagai organisasi profesi beserta kode etik profesinya yang relevan dengan bidang Teknik Industri baik regional maupun global (minimal 5)

a.       National Society of Professional Engineers (NSPE). NSPE didirikan pada tahun 1934 dan merupakan organisasi non teknis yang didedikasikan untuk kepentingan insinyur profesional berlisensi. NSPE memiliki komitmen yakni untuk memegang kesehatan masyarakat, keamanan dan kesejahteraan di atas semua pertimbagan lain. Kode etik insinyur berdasarkan NSPE adalah sebagai berikut:
-     Insinyur harus mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan publik dalam rangka unjuk kerja dari tugas profesionalnya.
-            Insinyur harus melaksanakan pelayanan hanya dalam bidang kompetensinya.
-            Insinyur harus mengeluarkan pernyataan publik hanya secara objektif dan benar.
-            Insinyur harus bertindak profesional bagi setiap pegawai atau klien.
-            Insinyur harus menghindari kelakuan yang tidak pantas. 
b.      Persatuan Insinyur Indonesia (PII)
Organisasi profesi yang didirikan di Bandung tahun 1953, yang tujuannya untuk menghimpun para insinyur atau seluruh sarjana teknik industri seluruh Indonesia. Insinyur memiliki kode etik di Indonesia yaitu disebut dengan “Catur Karsa Sapta Darma Insinyur Indonesia” dan kode etik tersebut memiliki prinsip-prinsip dasar dan tuntunan sikap, yaitu:
-             Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat
-             Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesi keinsinyuran
-             Mengutamakan keluhuran abadi
-             Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan dan kesejahteraan       umat manusia
c.  American Society of Mechanical Engineers (ASME) adalah asosiasi profesional yang mempromosikan seni, ilmu pengetahuan dan praktik rekayasa multidisiplin ilmu dan sekutu di seluruh dunia. Kode etik insinyur dalam organisasi ASME adalah sebagai berikut:
-             Menggunakan pengetahuan dan keahliannya untuk kemajuan kesejahteraan manusia.
-       Jujur dan tidak berpihak, serta melayani masyarakat, perusahaan dan kliennya dengan setia.
-             Berusaha meningkatkan kompetensi dan prestise profesi engineering.
d.      Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI)
Merupakan suatu asosiasi  yang dimana setiap anggota ASTTI wajib selalu bersikap, bertingkah laku dan bertindak berdasarkan etika umum seorang pelaksana jasa konstruksi. ASTTI juga memiliki kode etik dalam bidangnya, anatara lain:
-            Adil, tegas, bijaksana dan arif seta dewasa dalam membuat keputusan 
-       Tanggap terhadap kemajuan dan senantiasa memelihara dan meningkatkan kemampuan, teknis, mutu, keahlian dan pengabdian profesinya dengan seiringnya perkembangan teknologi
-      Disiplin serta berusaha agar pekerjaan yang dilaksanakannya dapat berdaya guna dan  berhasil guna melalui proses persaingan yang sehat
-     Rasa tanggung jawab serta selalu berusaha unuk meningkatkan pemahaman mengenai teknologi dan penerapannya
-           Bertaqwa kepada Tuhan YME sebagai dasar fundamental dan mewujudkan manusia yang berjiwa pancasial serta memiliki kesadaran Nasional yang tinggi
e.       E-Mailing List Group Komunitas Teknik Industri (KTII)
Merupakan wadah terhimpunnya komunitas profesi Teknik Industri dan merupakan wahana dan media komunikasi, diskusi dan silaturahmi. KTII dibentuk oleh 3 pilar organisasi profesi dengan latar belakang Teknik Industri yaitu BKTI-PII (Badan Kejuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia), BKSTI (Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri) dan ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri), bertujuan untk membangun dan mengembangkan keprofesian di bidang Teknik Industri. Dalam melaksanakan program-program KTII, 3 anggotanya, yaitu BKTI-PII, BKSTI dan ISTMI telah menandatangani kesepahaman bersama (MOU) pada tanggal 8 Juni 2014 untuk menyepakati kerjasama secara sinergis di 9 Program Utama.


REFERENSI :



Tugas 1 Etika Profesi

1.      Tuliskan karakter-karakter tidak ber-ETIKA dalam kehidupan sehari-hari (beri 5 contoh dan analisa).
Berikut ini terdapat beberapa contoh dan analisa mengenai karakter-karakter yang tidak ber-ETIKA dalam kehidupan sehari-hari
a.        Karakter tidak beretika yang pertama adalah berbohong.
Berbohong adalah salah satu sikap dimana manusia membuat atau memberikan pernyataan tidak benar dengan tujuan membuat percaya seseorang. Contohnya adalah mencontek, kegiatan mencontek adalah salah satu contoh dari kebohongan karena dia tidak jujur terhadap diri sendiri akan kemampuannya. Kegiatan berbohong dapat menyebabkan ketergantungan, maksudnya jika iya berbohong sekali maka iya akan berbohong kedua kalinya untuk menutupi kebohongan yang pertama sampai seterusnya terulang lagi dan lagi.
b.       Karakter tidak beretika yang kedua adalah egois.
Sikap egois sangatlah sikap yang membahayakan dalam pergaulan karena manusia merupakan mahluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lain seharusnya tidak bersikap mementingkan diri sendiri. Contohnya adalah dalam berpergian memakai kendaraan umum, seharusnya mendahulukan atau memprioritaskan tempat duduk untuk kaum disabel, orang tua, dan ibu hamil.
c.        Karakter tidak beretika yang ketiga adalah tempramental.
Seseorang yang sedang marah cenderung tidak dapat mengkontrol dirinya. Jika dia tidak dapat mengkontrol dirinya maka akan menimbulkan kerugian baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Sikap pemarah dapat menjauhkan seseorang terhadap komunitasnya.
d.       Karakter tidak beretika yang keempat adalah pendendam.
Orang yang pendendam akan susah untuk memaafkan terlebih melupakan kesalahan orang lain. Hal tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi hubungan dengan orang di sekitarnya.
e.       Karakter tidak beretika yang kelima adalah tidak menghargai akan keputusan orang dalam suatu musyawarah.
Dalam musyawarah pasti terdapat orang-orang dengan pendapat yang berbeda sehingga belum tentu keputusan yg dibuat sesuai dengan pendapat kita, jika kita tidak dapat menghargai keputusan orang dalam musyawarah tersebut maka kita dianggap tidak memiliki etika.

2.      Tuliskan aktivitas tidak ber-ETIKA profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana Teknik Industri (beri 5 contoh dan analisa).
a.       Aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja yang pertama adalah tidak mampu berkomunikasi secara baik dan efektif. Aktivitas bagi seorang sarjana Teknik Industri apabila tidak mampu atau menguasai komunikasi yang baik maka akan memperhambat kemajuan untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan, bagi dirinya pribadi, bagi masyarakat maupun bagi pengebangan Teknik Industri dan Manajemen Industri di Indonesia.
b.      Aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja yang kedua adalah tidak mampu untuk bekerja sama dalam kelompok. Aktivitas bagi seorang sarjana Teknik Industri apabila tidak mampu atau menguasai kerja sama tim yang baik maka akan sulit menghadapi pengembangan pembangunan serta pemeliharaan suatu system yang bersifat multi disiplin, baik dalam peran sebagai pemimpin maupun anggota kelompok.
c.       Aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja yang ketiga adalah tidak mampu mengidentifikasi, menformulasikan, dan memecahkan masalah-masalah sistem integral menggunakan alat-alat pokok analitikal, komputasional, dan/atau eksperimental. Aktivitas bagi seorang sarjana Teknik Industri apabila tidak mampu atau menguasai memecahkan permasalahan yang ada maka akan sulit baginya untuk dapat bergabung dalam dunia perindustrian karena seorang sarjana Teknik Industri diwajibkan untuk dapat menyelesaikan permasalahan dan melakukan pengembangan sehingga menciptkan sebuah solusi.
d.      Aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja yang keempat adalah tidak mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi. Aktivitas bagi seorang sarjana Teknik Industri apabila tidak memiliki adanya rasa tanggung jawab yang tinggi maka upaya dalam melaksanakan tugasnya dapat mencemarkan atau merugikan sesama rekan kerja maupun orang lain.
e.       Aktifitas tidak beretika profesional dalam bekerja yang kelima adalah tidak dapat bertindak bijaksana terhadap sesama rekannya. Aktivitas bagi seorang sarjana Teknik Industri apabila tidak mampu bijaksana maka akan menimbulkan permasalahan yang akan membuat dirinya akan jatuh dan tidak bisa diandalkan dalam kepemimpinan suatu industri.

3.      Jelaskan pentingnya memahami etika profesi untuk Sarjana Teknik Industri.
Kode etik profesi itu merupakan sarana  untuk membantu para pelaksana menjadi seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Terdapat beberapa tujuan dari pentingnya memahami etika profesi untuk Sarjana Teknik Industri diantaranya seperti memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan, maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Kemudian, sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan, maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja (kalangan sosial) dan yang terakhir agar mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.

4.      Jelaskan dan uraikan organisasi profesi yang relevan untuk Prodi Tekni Industri selain PII.
a.     IIE (Institute of Industrial and System Engineering). Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948 dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota termasuk mahasiswa baik dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta.
b.    ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia). ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 Nopember 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian.
c.     BKSTI (Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia). Didirikan pada tanggal 9 Juli 1996 di Aula Barat ITB yang dihadiri oleh perwakilan lebih dari 100 perguruan tinggi. Tujuan pendirian BKSTI ini (lihat Anggaran Dasar BKSTI) adalah memantapkan dan meningkatkan mutu serta relevansi pendidikan tinggi Teknik Industri di Indonesia, menampung dan mencari penyelesaian permasalahan dalam peyelenggaraan pendidikan tinggi Teknik Industri, mengakomodasikan kerjasama antar anggota BKSTI dalam kegiatan pertukaran informasi dan penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta menjadi mitra Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan stakeholderlainnya dalam bidang pendidikan tinggi Teknik Industri.


REFERENSI :