Budaya Minangkabau Yang Mulai Hilang Ditelan Zaman

Jumat, 11 Oktober 2013


Kebudayaan Minangkabau yang mulai ditinggalkan, alasan serta solusi yang ditawarkan - tugas IBD ke 2

Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia yang tersebar terutama di wilayah Sumatera Barat. Orang Minangkabau akan merasa terhina jika dirinya disebut tidak beradab karena semenjak Islam masuk ke Minangkabau, adat Minangkabau mulai menyatu dengan ajaran Islam, seperti  istilah yang kita kenal yaitu adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Maksud dari konsep tersebut adalah orang yang tidak beradab akan termasuk ke dalam kategori orang yang tidak beragama dalam masyarakat Minang.
Minangkabau merupakan satu-satunya suku yang menganut sistem matrilineal di Indonesia. Maksudnya, setiap anak yang lahir baik laki-laki maupun perempuan secara langsung akan menjadi anggota keluarga suku ibu, karena di Minangkabau garis keturunan ditarik berdasarkan keluarga Ibu. Orang Minangkabau juga sering pergi merantau. Mereka berani pergi merantau karena sudah dibekali dengan ajaran silat dan iman yang kuat. Oleh sebab itu orang Minag dikenal sebagai musim yang taat.
Dewasa ini, Budaya Minangkabau seperti telah kehilangan eksistensinya. Jangankan di daerah lain, di daerah Sumatera Barat yang mayoritasnya bersuku Minang pun mulai melupakan budaya mereka sendiri. Mereka seolah-olah malu akan budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh nenek moyang terdahulu.  Generasi muda acuh tak acuh terhadap sejarah Minangkabau, apa saja budaya yang terkandung didalamnya, bagaimanakah uniknya budaya Minang, dsb. Para generasi muda cenderung lebih peduli dan bangga dengan kebudayaan asing yang mulai bebas masuk kemana saja, termasuk di daerah Minangkabau. Hal tersebut menjadi faktor utama yang mempengaruhi moral, etika, gaya, pergaulan dan cara berperilaku generasi muda.
Lantas apa sajakah Budaya Minangkabau yang mulai hilang seiring berkembangnya zaman saat ini?

Mari kita telaah beberapa diantara Budaya Minangkabau yang mulai hilang tersebut.

1.            Surau sebagai tempat belajar dan mengajar
Anak laki-laki Minang dahulunya menjadikan surau sebagai tempat diskusi, mencari dan menuntut ilmu. Disana mereka belajar diajarkan mengaji dan silat bahkan tak jarang mereka tidur pun di surau.
Kebiasaan seperti ini sudah sangat jarang kita jumpai saat sekarang ini. Sebagian dari mamak dan pemuda lebih mudah kita jumpai duduk di lapau (kadai) untuk  sekedar minum kopi, bercengkerama atau bahkan main domino.

2.            Rumah Gadang sebagai tempat tinggal
Orang-orang terdahulu bergotong royong mendirikan rumah gadang untuk dijadikan tempat tinggal. Rumah gadang terdiri atas sembilan ruang dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada yang digunakan sebagai tempat tidur pribadi, kamar untuk anak yang baru menikah  dan ada pula yang digunakan sebagai tempat tidur tamu. Di halaman rumah Gadang terdapat beberapa rangkiang yaitu tempat untuk menyimpan beras. Rangkiang digunakan pada saat kondisi sedang krisis pangan atau ada sanak saudara yang membutuhkan beras untuk dimakan. Fungsi sosial dan ekonomi sangat jelas terlihat disini.
Namun, saat ini Rumah Gadang sudah beralih fungsi menjadi tempat pertemuan untuk menyelesaikan masalah, baik masalah antara anak dengan orangtua, antara suami dengan istri, mamak dengan kemenakan, dsb. Rumah Gadang tidak dijadikan sebagai tempat tinggal lagi. Orang  Minang lebih memilih untuk membangun rumah baru dengan design menyerupai rumah orang Eropa.  Di satu sisi sangat disayangkan kita tidak tinggal di rumah gadang lagi, tapi di lain sisi kita harus pindah dari rumah gadang karena bangunannya yang mulai rapuh. Fungsi rumah gadang tidak ada salahnya dialihkan sebagai tempat pertemuan dan  diskusi untuk menyelesaikan suatu masalah, namun sejarah rumah gadang jangan sampai kita lupakan.

3.            Talempong
Talempong adalah alat musik pukul khas Minangkabau. Talempong terbuat dari bahan kuningan, tapi ada juga yang terbuat dari kayu dan batu. Talempong ini berbentuk bundar dengan bagian berlobang dibawahnya sedangkan bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol  berdiameter lima sentimeter sebagi tempat untuk dipukul. Talempong memiliki nada-nada yang berbeda. Bunyi dihasilkan  dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya. Talempong biasanya digunakan dalam pertunjukan atau penyambutan seperti tari piring, tari pasambahan, dan tari gelombang, pada saat iring-iringan marapulai-anak daro (talempong pacik).
Zaman sekarang pemuda-pemudi Minang lebih senang memainkan piano dibandigkan memainkan talempong. Padahal antara piano dan talempong memilki nada yang sama. Hanya cara memainkannnya saja yang berbeda, jika piano dipencet tutsnya, talempong dimainkan dengan memukul permukaannya. Yang lebih parahnya lagi bahkan ada pemuda Minang yang tidak mengetahui sama sekali apa itu talempong dan bagaimana bentuk talempong tersebut.

4.            Randai
Randai merupakan salah satu permainan anak nagari di Minangkabau. Randai dimainkan oleh beberapa orang  sekitar  6-10 orang. Dalam randai ada seorang pendendang yang akan membuka cerita dan memberi salam kepada penonton yang diiringi oleh seorang  pemain saluang. Pada saat randai dimulai, para pemain terlebih dahulu memberi salam kepada penonton. Setelah itu mereka melingkar dan memulai gerakan-gerakan silat dengan nada hep-tah-tiah yang dipimpin oleh satu orang. Kemudian barulah kaba (cerita)dimainkan sampai selesai.
Di zaman era globalisasi ini randai kalah bersaing dengan permainan anak modern, seperti band. Kebanyakan pemuda minang akan datang baramai-ramai menonton pertunjukan band, sebaliknya mereka enggan untuk menonton pertunjukan randai. Hal ini tentu saja akan membuat keberadaan randai berkurang karena untuk menontonnya saja banyak yang enggan, apalagi mengambil peran di dalamnya.

5.            Baju Kuruang
Siapa sih yag tidak mengenal baju kuruang? Baju kuruang merupakan baju yang sering digunakan Gadih  Minang dan  merupakan baju khas pemudi Minang saat itu. Baju kuruang adalah baju yang longgar, tidak transparan, sopan, tertutup dari leher sampai mata kaki dan dilengkapi dengan tutup kepala (jilbab, selendang/kerudung) yang bentuknya beraneka ragam sesuai dengan daerahnya.
Dikaitkan dengan zaman sekarang, jangankan generasi muda, perempuan yang sudah menikah pun kini telah jarang dijumpai memakai baju kuruang. Baju kuruang dinilai kuno, tidak fashionable,panas, dan berbagai alasan lainnya. Banyak kalangan yang menilai bahwa baju kuruang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Menurut saya pendapat ini tidak benar, buktinya dengan berpakaian muslimah kita tetap bisa merasa nyaman dan bebas beraktifitas. Bukankah baju kuruang hampir sama dengan baju muslimah? Inti dari baju kuruang adalah longgar, tidak transparan, sopan dan memakai kerudung. Hal ini sama dengan baju yang dipakai seorang muslimah dalam Islam karena budaya Minangkabau merupakan akulturasi budaya Islam. Pakaian ketat, transparan, tidak menggunakan jilbab bukanlah budaya orang Minangkabau. Budaya yang seperti itu merupakan budaya orang asing yang sangat bertentangan dengan budaya kita sendiri.

6.            Makan Bajamba, duduak basimpuah dan baselo serta makan dengan tangan.
Makan bajamba merupakan budaya  orang Minangkabau. Makan bajamba dilakukan dengan cara duduk melingkar, duduk baselo bagi laki-laki dan basimpuah bagi perempuan. Nasi dan sambal diletakkan di atas daun pisang (sepanjang daun pisang tersebut). Kemudian nasi mulai dimakan bersama secara serentak. Orang minang makan tidak menggunakan sendo melainkan dengan menggunakan tangan.
Namun, dapat kita lihat zaman sekarang budaya makan bajamba sangat jarang ditemukan. Orang Minang lebih sering makan sendiri-sendiri dan mulai meniru budaya barat yaitu makan dengan menggunakan sendok. Makan dengan sendok ini sih wajar saja dilakukan, akan tetapi sebaiknya digunakan pada saat acara-acara tertentu saja seperti menghadiri kenduri, dsb. Jadi, Budaya makan bajamba dan makan  dengan tangan jangan sampai kita tinggalkan apalagi dilupakan.

Itulah beberapa contoh realita kebudayaan Minang yang mulai hilang ditelan zaman. Kita sebagai generasi muda jangan hanya berdiam diri saja, buktikan bahwa semangat jiwa muda kita itu masih menyala untuk melestarikan budaya Minangkabau yang unik dan tidak kalah menarik dengan kebudayaan asing.

Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sekali kebudayaan, dan kebudayaan tersebut berbentuk kebudayaan lokal. Budaya asing yang terus masuk tanpa terbendung ke Indonesia dapat mengikis ataupun melunturkan budaya lokal yang terdapat di Indonesia, sehingga upaya-upaya harus dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut sehingga budaya Indonesia dapat tetap ada. Berbagai cara dapat dilakukan dalam melestarikan budaya, namun yang paling penting yang harus pertama dimiliki adalah menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga dengan rasa memiliki serta mencintai budaya akan membuat orang mempelajarinya sehingga budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaan akan terus ada.
Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya, diantaranya yaitu:
  • Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa
  • Ikut melestarikan budaya dengan cara berpartisipasi dalam pelaksanaannya
  • Mempelajarinya 
  • Mensosialisasikan kepada orang lain sehingga mereka tertarik untuk ikut menjaga atau melestarikannya

sumber :

ILMU BUDAYA DASAR

Minggu, 06 Oktober 2013


         A.        PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa,sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung    menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
    UNSUR UNSUR KEBUDAYAAN
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut: 
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
     Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik)
3         Koentjaraningrat (1985) menyebutkan ada tujuh unsur-unsur kebudayaan. Ia menyebutnya sebagai isi pokok kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan universal tersebut adalah :
o    Kesenian
o    Sistem teknologi dan peralatan
o    Sistem organisasi masyarakat
o    Bahasa
o    Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
o    Sistem pengetahuan
o    Sistem religi
          B.        ALASAN, KENAPA KITA HARUS MEMPELAJARI IBD
Alasan dari kenapa kita harus mempelajari IBD dapat disimpulkan melalui tujuan kita mempelajarinya. Matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bidang menjangkau tujuan tersebut, diharapkan Ilmu Budaya Dasar dapat:
o    Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
o    Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut
o    Mengusahakan agar mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara, serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotaan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. Matakuliah ini berusaha menambah kemampuan mahasiswa untuk menanggapi nilai-nilai dan masalah dalam masyarakat lingkungan mereka khususnya dan masalah seria nilai-nilai umumnya tanpa terlalu terikat oleh disiplin mereka.
o    Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi, agar mercka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan dapat lebih lancar berkomunikasi. Kalau cara berkomunikasi ini selanjutnya akan lebih memperlancar pclaksanaan pembangunan dalam bcrbagai bidang keahlian. Meskipun spesialisasi sangat penting, spesialisasi yang terlalu sempit akan membuat dunia seorang mahasiswa/sarjana menjadi terlalu sempit. Masyarakat yang percaya pada pentingnya modernisasi tidak akan dapat memanfaat-kan sccara penuh sarjana-sarjana demikian, sebab proses modernisasi memerlukan orang yang berpandangan luas.
Secara umum tujuan IBD adalah Pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas
             C.        HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DENGAN TEKNIK INDUSTRI
Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.
                Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian  paling   sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu:
 
  • alat alat produktif
  • senjata
  • wadah
  • makanan 
  • pakaian
  •  
Kesimpulan:
Sebaiknya keberadaan budaya harus kita junjung tinggi sebagai tanda penghormatan kepada para leluhur kita dengan tetap melestarikannya, jangan hanya karena kemajuan teknologi yang semakin pesat membuat kita melupakan kebudayaan yang sudah susah payah dijaga. Sebagai generasi muda marilah kita menjaga warisan leluhur yang salah satunya adalah kebudayaan yang beragam.
Sumber :