"Pengertian, Kelebihan, Kekurangan dan Contoh dari Masing-Masing Bentuk Pemasaran Waralaba/Franchising, Pemasaran Langsung/Direct Marketing dan Multi Level Marketing"
Pengertian Waralaba/Franchising
Franchise atau waralaba
merupakan peluang bagi wiraswastawan untuk masuk dalam usaha dengan
memanfaatkan pengalaman, pengetahuan, dan dukungan dari pemberi franchise. Sering wiraswastawan memulai
usaha baru kecil kemungkinan bahwa usahanya akan berhasil. Dengan franchise wiraswastawan akan dilatih dan
didukung dalam pemasaran usaha dan akan menggunakan nama yang telah mempunyai
citra yang mapan. Orang yang menghadapi situasi yang mendesak untuk memiliki
usahanya sendiri mungkin akan merasa bahwa franchise
adalah pemecahan yang paling mudah. Akan tetapi, terdapat beberapa risiko
penting pada hal tersebut di atas. Franchise
bisa didefinisikan sebagai persetujuan di mana perusahaan atau distributor
tunggal dari produk yang mempunyai merek dagang memberikan hak eksklusif kepada
perusahaan, distributor atau pengecer independe dengan imbalan pembayaran
royalti dan menyesuaikan diri dengan prosedur operasi standar. Orang yang
menawarkan franchise disebut pemberi franchise (franchisor) dan merupakan
orang yang berpengalaman dalam bisnis selama beberapa puluh tahun serta
memiliki pengetahuan mengenai apa yang berhasil dan apa yang tidak. Franchise adalah orang yang memberi franchise dan memberikan peluang untuk masuk
dalam usaha baru dengan peluang besar untuk berhasil
Waralaba (Inggris: Franchising;Prancis: Franchise) untuk kejujuran atau
kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun
layanan.Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan
waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan
dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari
ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan
persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan
dan atau penjualan barang dan jasa. Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud
dengan Waralaba ialah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada
pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor)
memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan
merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya
dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Kelebihan Waralaba/Franchising
Kelebihan dari sistem ini yaitu menawarkan
keuntungan untuk memulai suatu bisnis baru dengan cepat bedasarkan pada suatu
merek dagang yang telah terbukti usahanya, tidak sama seperti dengan membangun
suatu merek dan usaha baru dari awal mula. Berikut beberapa keuntungan lainnya.
·
Konsep yang mapan
·
Alat keberhasilan usaha
·
Pendampingan
·
Bantuan teknis, manajemen dan
operasional
·
Standar dan kontrol kualitas
·
Risiko rendah
·
Biaya operasional rendah
·
Akses terhadap kredit
·
Manfaat riset dan pengembangan
·
Terlindung dalam jaringan
Kekurangan Waralaba/Franchising
Dalam segala usaha yang dibuat, pasti
tent memiliki kekurangan. Berikut kekurangan dari sistem waralaba :
·
Sistem waralaba tidak memberikan
kebebasan penuh kepada terwaralaba karena ia terikat perjanjian dan harus
mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh pewaralaba
·
Sistem waralaba bukanlah suatu jaminan
akan keberhasian. Menggunakan merek terkenal belm tentu akan sukses bila tidak
diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian penerima waralaba dalam memilih
usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun
·
Terwaralaba harus bisa bekerja sama dan
berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan pewaralaba
·
Tidaksemua janji pewaralaba diterima
oleh terwaralaba.
·
Masih adanya ketidakamanan dalam suatu
waralaba, karena pewaralaba dapat memutuskana atau tidak mempengaruhi
perjanjian.
Contoh
Waralaba/Franchising
·
Perusahaan Coca cola
di Atlanta, AS. Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh
Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi
penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang
pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya
ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton,
pendiri Coca Cola. Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian
bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors
Industry ditahun 1898. Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf,
yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi
dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar pabrikan
mobil dengan penjual.
·
Mc Donalds, salah satu
pewaralaba rumah makan siap saji terbesar di dunia.Waralaba saat ini lebih
didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada
tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restoran cepat sajinya. Pada tahun
1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk
memonopoli usaha restoran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan
mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan
bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam
perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di
tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis
(business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua.
Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya,
AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang
usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS.
Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui
usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal
diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra
usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA.
Pengertian
Pemasaran Langsung/Direct Marketing
Menurut
Kotler (2007:320) “Pemasaran langsung adalah sistem pemasaran interaktif yang
menggunakan satu atau lebih media untuk mempengaruhi suatu tanggapan atau
transaksi terukur pada lokasi mana pun”. Definisi lain dari pemasaran langsung
menurut Belch dan Belch yang dikutip oleh Kennedy (2006:26): “Direct
marketing is a system of marketing by which organization communicate directly
with the target consumer to generate a response or transaction”.
Menurut
Saladin (2004:191) mengemukakan bahwa “Pemasaran langsung adalah suatu sistem
pemasaran yang menggunakan suatu media iklan atau lebih guna mendapatkan
respons dan/ atau transaksi yang bisa diukur disuatu lokasi.”
Pemasaran langsung adalah penggunaan saluran
langsung konsumen untuk menjangkau dan mengirim barang dan jasa kepada
pelanggan tanpa menggunakan perantara pemesan. Pemasar langsung dapat
menggunakan sejumlah saluran untuk menjangkau calon pelanggan dan pelanggan
perorangan, seperti surat langsung, pemasaran katalog, telemarketing, tv
interaktif, kios, situs web, dan perantara bergerak (mobile).
Kelebihan Pemasaran Langsung/Direct Marketing
·
Targeting:
Targeting merupakan suatu strategi untuk memilih, menyeleksi dan menjangkau
suatu pasar. Dengan Direct Marketing
diharapkan suatu produk/jasa dapat menjangkau target pasarnya.
·
Cost
Effective: Biaya yang dikeluarkan jauh lebih efektif mengingat
penjualan yang dilakukan adalah penjualan yang berulang (repeat sales) dengan
target pasar yang cukup jelas.
·
Flexibility:
Direct Marketing dapat dilakukan
melalui berbagai jenis bentuk media.
·
Control
and Accountability: Dengan Direct Marketing akan mudah dihitung respon yang muncul dari
kegiatan marketing disamping dapat mempermudah pembuatan anggaran promosi.
·
Measures
of Effectiveness: Dengan direct media, feedback dapat
diperoleh langsung dari konsumen.
·
Opportunity
to Test: Dengan Direct
Marketing, kegiatan riset harga, promosi, dan penentuan waktu dapat dengan
mudah dilakukan.
·
Consumer
Database: Database konsumen dapat dengan mudah dibentuk dalam Direct Marketing sehingga dapat diraih
penjualan yang berulang dari satu pelanggan.
Kekurangan Pemasaran Langsung/Direct Marketing
·
Image
Factors: Direct Marketing
yang dilakukan lewat pengiriman surat misalnya, konsumen yang ditelepon setiap
saat ataupun penawaran lewat sales dapat menimbulkan citra negatif dimata konsumen
terutama saat konsumen membutuhkan privacy atau tidak mau diganggu. Peran
perusahaan dalam melihat saat yang tepat bagi konsumen merupakan solusi masalah
ini.
·
Ketepatan: Tingkat ketepatan daftar
yang digunakan untuk menunjuk target market yang dituju terkadang terlalu
rendah, karena daftar yang digunakan tidak sesuai dengan target market yang
disasar oleh perusahaan.
·
Content
Support: Untuk melaksanakan Direct
Marketing diperlukan fasilitas dan sarana yang cukup memadai, misalnya
fasilitas telepon on-line, SDM yang handal dan menguasai informasi suatu
produk/jasa dimana perusahaan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk
menyediakan fasilitas tersebut.
·
Rising
Costs: Semakin lama harga-harga untuk iklan yang menggunakan
media direct mail makin mahal, sehingga banyak yang beralih menggunakan media
internet.
Contoh
Pemasaran Langsung/Direct Marketing
Land’s End berhasil
sebagai produsen pakaian di internet, terutama karena menampilkan
model 3D virtual yang memungkinkan pelanggan “mencoba” pakaian sebelum memesan.
Contoh lainnya adalaj penjualan lewat telepon, email diminta
atau tidak diminta, dan katalog mail, leaflet, iklan outdoor, brosur dan kupon
Pengertian Multi
Level Marketing
Pemasaran berjenjang (bahasa Inggris: Multi-level marketing; MLM) adalah strategi pemasaran di mana
tenaga penjual (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi atas
penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan sales lain
yang mereka rekrut. Tenaga penjual yang direkrut tersebut dikenal dengan
anggota "downline". MLM atau
Multi Level Marketing adalah sistem penjualan yang
memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Harga barang
yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang
menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran
distribusi.
Kelebihan Multi Level Marketing
·
Proses Mudah dan Cepat. Jika Anda ingin
bergabung ke dalam bisnis MLM ini, Anda tidak perlu membuang-buang banyak
waktu. Anda tinggal membayar biaya pendaftaran (keanggotaan) yang nominalnya
sudah ditentukan. Biaya itu juga berlaku seumur hidup, sehingga Anda hanya
perlu bayar sekali saja. Selain itu, Anda juga diwajibkan untuk belanja produk
tertentu yang sudah ditetapkan juga. Namun, ada berberapa MLM yang hanya
mewajibkan anggotanya membayar biaya keanggotaan tanpa membeli produk.
·
Produk Unik dan Langka. Jika Anda
mengamati brosur produk yang ditawarkan MLM tertentu, sebagian besar produk itu
tidak bisa ditemukan di tempat lain. Produk yang dijual memang benar-benar unik
dan menarik. Sebagian besar produk MLM adalah obat herbal atau produk lain yang
menunjang kesehatan.
·
Mudah Menjalankan Bisnis. Sekali Anda
bergabung dalam bisnis ini, Anda hanya tinggal mencari downline baru dengan
melakukan presentasi. Setiap presentasi hanya butuh waktu sekian jam. Kegiatan
ini tentunya tidak akan membuang waktu Anda sehingga bisnis MLM memang bisa
dijalankan sebagai bisnis sampingan. Tugas utama Anda hanya mencari downline.
·
Anggota MLM Biasanya Bermotivasi
Tinggi. Jika Anda pernah bertemu dengan pebisnis MLM, Anda mungkin menemukan
perbedaan dalam cara berbicara, berpikir, dan bertingkah laku. Anggota MLM
biasanya selalu antusias menawarkan sistem bisnis mereka. Bahkan, mereka bisa
saja mengoceh sampai mulutnya berbusa. Mereka selalu menawarkan janji-janji dan
impian yang bisa diraih selama mengikuti bisnis MLM. Bahkan, mereka selalu
mengatakannya dengan penuh percaya diri. Penulis sendiri juga salut terhadap ketekunan
mereka dalam menjalankan bisnis ini.
Kekurangan Multi Level Marketing
·
Produk MLM Mahal. Pernahkah Anda
membandingkan produk yang ditawarkan MLM tertentu dengan produk yang dijual
bebas di pasaran. Harganya tentu berbeda jauh. Kebanyakan produk MLM dipatok
dengan harga yang bisa menguras isi kantong Anda dengan cepat. Harga tersebut
belum tentu sebanding dengan kualitas yang ditawarkan. Sebagian besar produk
MLM adalah produk penunjang kesehatan. Namun, banyak orang tidak merasa
kesehatannya membaik setelah mengkonsumsi produk tersebut. Inilah yang membuat
kualitasnya dipertanyakan..
·
Downline Selalu Dimanfaatkan Upline. Jika
Anda masih belum mempunyai downline dalam bisnis MLM, sudah pasti Anda hanya
akan menderita tanpa mendapatkan keuntungan apapun. Upline bisa mendapatkan
keuntungan dari downline. Dengan kata lain, upline memanfaatkan downline. Keuntungan yang didapatkan
upline berasal dari downline. Jika Anda tidak bisa mendapatkan downline (korban
baru), Anda hanya akan menjadi keset.
·
MLM= Multi Lie Marketing. MLM selalu
menawarkan janji muluk dan bonus menarik kepada anggotanya jika mereka bisa
mencapai level tertentu. Hadiah yang ditawarkan bisa berupa mobil, liburan ke
luar negeri, atau hadiah lain yang bisa membuat kita meneteskan air liur.
Namun, hadiah tersebut hanyalah omong kosong belaka. Tidak semua anggota MLM
yang memenuhi kualifikasi bisa mendapatkan hadiah tersebut. Jika hadiah
tersebut hanya omong kosong tanpa bukti, bisnis MLM adalah bisnis yang mengandalkan
multi lie (kebohongan bertingkat). Upline harus berbohong kepada korban baru
dengan iming-iming hadiah. Downline tadi juga harus berbohong kepada orang lain
untuk mendapatkan anggota baru, atau dia akan selamanya menjadi keset.
·
MLM Tidak Bertahan Lama. Berapa lama
Anda bisa bertahan menjadi anggota MLM? Rata-rata, anggota MLM hanya mampu
bertahan di bisnis ini selama 1-3 tahun. Mereka memutuskan diri untuk mundur
karena bisnis ini dinilai sangat merugikan anggotanya. Jika downline paling
bawah mundur dari bisnis MLM, dampaknya tidak terlalu besar. Namun, ketika
upline memutskan diri untuk pensiun dari bisnis MLM, semua downlinenya bisa
kelimpungan.
·
MLM Mempunyai Citra Buruk. Silahkan
Anda buktikan pernyataan ini sendiri. Tanyalah teman atau rekan kerja mengenai
bisnis MLM. Kebanyakan orang menganggap bisnis ini sebagai bisnis tak jelas
yang isinya hanya tipu-menipu. Jika Anda bertanya kepada mantan anggota MLM,
dia pasti bisa mengatakan berbagai keburukan bisnis ini yang mungkin tidak
diketahui orang lain. Di Indonesia, para pebisnis MLM juga dipandang sebelah
mata oleh masyarakat. Mereka dinilai hanya sebagai pemimpi dan pembual yang
kerjanya hanya mengoceh tak tentu arah. Jika Anda ingin tahu mengapa citra MLM
buruk di masyarakat.
·
MLM Menguntungkan Sedikit Orang dan
Merugikan Banyak Orang. Siapa yang paling dituntungkan dalam bisnis MLM? Tentu
saja jawabannya adalah orang yang berada pada posisi puncak dalam piramida
sistem bisnis jaringan ini. Dia bisa mengambil keuntungan dari downlinenya
dengan leluasa. Sebaliknya, downline hanya akan terus diperas oleh upline.
Downline hanya bisa mengubah nasibnya dengan mencari mangsa baru untuk naik ke
tingkat yang lebih tinggi. Sebagian besar anggota MLM memang hanya diperas
karena mereka harus membayar biaya pendaftaran yang memang cukup mahal dan
belanja produk yang belum tentu ada manfaatnya.
·
Anggota MLM Agresif dan Suka Memaksa Pernahkah
Anda "diprospek" oleh seorang anggota MLM? Penulis pernah mengalami
sendiri kejadian ini. Pertama, penulis diajak datang ke rumah pebisnis MLM
tersebut. Sebenarnya, penulis tidak menyadari dirinya akan diprospek untuk
masuk dalam bisnis MLM ini. Sesampainya di rumah anggota tersebut, penulis
menerima berbagai penjelasan dan manfaat yang bisa diperoleh jika bergabung ke
dalam bisnis MLM. Namun, penulis tidak tertarik untuk bergabung dan orang
tersebut masih terus memaksa. Kisah lain juga dialami seorang teman. Dia
ditawari untuk mengikuti bisnis MLM. Meskipun MLM tersebut hanya meminta uang
pendaftaran, teman penulis tetap menolak. Akibatnya, hubungan mereka menjadi
tidak harmonis lagi setelah penolakan tersebut.
Contoh
Multi Level Marketing
·
SOPHIE MARTIN
·
ORIFLAME
·
TUPPERWARE
·
CNI
·
TIENS
·
AMWAY
·
AVAIL
·
ECOSWAY
·
MULTICARE
·
KLINK
REFERENSI :


