Sebutkan contoh dan beri penjelasan mengenai standar
teknik (minimal 5) dan standar manajemen (minimal 5) yang relevan dengan teknik
industri.
STANDAR
TEKNIK
Standar teknik merupakan rangkaian
eksplisit persyaratan yang harus dipenuhi oleh bahan, produk, atau layanan.
Jika bahan, produk atau jasa gagal memenuhi satu atau lebih dari spesifikasi
yang berlaku, mungkin akan disebut sebagai berada di luar spesifikasi. Sebuah
standard teknik dapat dikembangkan secara pribadi, misalnya oleh suatu
perusahaan, badan pengawas, militer, dll, ini biasanya di bawah payung suatu
sistem manajemen mutu. Mereka juga dapat dikembangkan dengan standar organisasi
yang sering memiliki lebih beragam input dan biasanya mengembangkan sukarela
standar dan ini bisa menjadi wajib jika diadopsi oleh suatu pemerintahan,
kontrak bisnis, dll.Istilah standard teknik yang digunakan sehubungan dengan
lembar data (atau lembar spec). Dalam rekayasa, manufaktur, dan bisnis,
sangat penting bagi pemasok, pembeli, dan pengguna bahan, produk, atau layanan
untuk memahami dan menyetujui semua persyaratan. Standard teknik adalah jenis
sebuah standar yang sering dirujuk oleh suatu kontrak atau dokumen pengadaan
Ini menyediakan rincian yang diperlukan tentang persyaratan khusus. Standard
teknik dapat ditulis oleh instansi pemerintah, organisasi standar (ASTM, ISO,
CEN, dll), asosiasi perdagangan, perusahaan, dan lain-lain. Contoh dari standar
teknik, antara lain:
1.
ASME
(American Society of Mechanical Engineers)
ASME Merupakan organisasi
non profit yang berdiri di bidang standarisasi teknik khususnya
bidang teknik mesin. Organisasi ini dikenal untuk menetapkan kode dan standar
untuk perangkat mekanis. ASME didirikan pada tahun 1880 oleh Alexander
Lyman Holley, Henry Rossiter Worthington, John Edison Manis dan Matthias N.
Forney dalam menanggapi berbagai uap kegagalan bejana tekan boiler. Dikenal
untuk menetapkan kode dan standar untuk perangkat mekanik, ASME melakukan salah
satu operasi penerbitan teknis terbesar di dunia, memegang berbagai konferensi
teknis dan ratusan program pengembangan profesional setiap tahun, dan sponsor
berbagai penjangkauan dan program pendidikan. ASME saat ini multidisiplin dan global.
ASME memiliki lebih dari 130.000 anggota di 158 negara di seluruh dunia.
ASME memiliki lebih dari 130.000 anggota di 158 negara di seluruh dunia.
2.
SNI (Standar Nasional Indonesia)
Standar
Nasional Indonesia (disingkat SNI) memang adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi
Nasional (BSN).
NI dirumuskan oleh PanitiaTeknis dan ditetapkan oleh BSN
Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka
SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu Openess
(keterbukaan), Transparency (transparansi) , Consensus and impartiality
(konsensus dan tidak memihak), Effectiveness and relevance Efektif dan
relevan, Coherence Kohere, dan Development dimension (berdimensi
pembangunan).
3.
JIS (Japanese Industrial Standard)
Japanese Industrial Standards (JIS) menentukan
standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses standarisasi dikoordinasikan
oleh Komite Standar Industri Jepang dan dipublikasikan melalui Standards
Association Jepang. Jepang Standar Industri Komite terdiri dari banyak
komite nasional dan memainkan peran penting dalam standarisasi kegiatan di
Jepang. Hukum Standardisasi Industri direvisi pada tahun 2004 dan
"JIS mark" (sistem sertifikasi produk) berubah sejak 1 Oktober 2005, tanda JIS baru
telah diterapkan pada re-sertifikasi. Penggunaan tanda tua diizinkan
selama masa transisi tiga tahun (sampai 30 September 2008), dan setiap produsen
memperoleh baru atau memperbaharui sertifikasi di bawah persetujuan otoritas
telah mampu menggunakan tanda JIS baru. produk Jepang karena itu semua
JIS-bersertifikat memiliki tanda JIS baru sejak 1 Oktober 2008.
4.
TEMA (Tubular Exchanger Manufacturers Association)
TEMA adalah asosiasi perdagangan
dari produsen terkemuka shell dan penukar panas tabung, yang telah merintis
penelitian dan pengembangan penukar panas selama lebih dari enam puluh
tahun.Standar TEMA dan perangkat lunak telah mencapai penerimaan di seluruh
dunia sebagai otoritas pada desain shell dan tube penukar panas mekanik.
TEMA adalah organisasi progresif dengan mata ke masa depan. Anggota pasar
sadar dan secara aktif terlibat, pertemuan beberapa kali setahun untuk
mendiskusikan tren terkini dalam desain dan manufaktur.
5.
ASTM
(American Standard Testing and Material)
ASTM
Internasional merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan
standardisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM
Internasional yang berpusat di Amerika Serikat. ASTM merupakan singkatan dari American Society for Testing and Material, dibentuk pertama kali pada tahun
1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini, ASTM mempunyai
lebih dari 12.000 buah standar. Standar ASTM banyak digunakan pada
negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun
industri.
STANDAR MANAJEMEN
Standar
Manajemen merupakan struktur
tugas, prosedur kerja, sistem manajemen dan standar kerja dalam bidang
kelembagaan, usaha serta keuangan. Namun pengertian standar manajemen akan
lebih spesifik jika menjadi standar manajemen mutu, untuk mendukung
standarisasi pada setiap mutu produk yang di hasilkan perusahan maka hadirlah
Organisasi Internasional untuk Standarisasi yaitu Internasional Organization
for Standardization (ISO) berperan sebagai badan penetap standar internasional
yang terdiri dari wakil-wakil badan standarisasi nasional setiap
negara. ISO didirikan pada 23 februari 1947, ISO menetapkan
standar-standar industrial dan komersial dunia, ISO adalah jaringan institusi
standar nasional dari 148 negara, pada dasarnya satu anggota pernegara, ISO
bukan organisasi pemerintah ISO menempati posisi spesial diantara pemerintah
dan swasta. Contoh dari standar manajemen antara lain
ISO 9001 adalah standar
internasional yang diakui dunia untuk sertifikasi Sistem Manajemen Mutu (SMM)
dan bersifat global. ISO 9001
merupakan sistem manajemen mutu dan merupakan persyaratan sistem manajemen yang
paling populer di dunia. ISO 9001 telah mengalami beberapa kali revisi dan revisi
yang paling akhir adalah ISO 9001:2008. Salah satu ciri penerapan ISO 9001
adalah diterapkannya pendekatan proses. Pendekatan proses ini bertujuan untuk
meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu. Pendekatan ini mensyaratkan
organisasi untuk melakukan identifikasi, penerapan, pengelolaan dan melakukan
peningkatan berkesinambungan (continual improvement). Sistem
ini besifat umum dan dapat diterapkan untuk berbagai jenis organisasi dan
industri.
Berbeda dengan standar ISO 9001 yang berkaitan dengan
sistem manajemen mutu, maka ISO 14001 merupakan standar yang berisi
persyaratan-persyaratan sistem manajemen lingkungan. Konsep yang dipakai dalam
ISO 14001 pada prinsipnya sama dengan ISO 9001, yaitu perbaikan
berkesinambungan hanya dalam ISO 14001 adalah dalam mengelola lingkungan. Perusahaan yang menerapkan ISO 14001 harus dapat melakukan identifikasi
terhadap aspek dan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan atau
operasi perusahaannya terhadap aspek lingkungan.
3.
OHSAS 18001 (Manajemen Kesehatan dan
Keselamatan Kerja)
OHSAS
18001 adalah suatu standard internasional untuk menerapkan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja/perusahaan. Banyak organisasi
di berbagai negaratelah mengadopsi OHSAS 18001 untuk mendorong penerapan
keselamatan dan kesehatan kerja dengan melaksanakan prosedur yang mengharuskan
organisasisecara konsisten mengidentifikasi dan mengendalikan resiko
bahayaterhadap keselamatan dan kesehatan di tempat kerja serta memperbaiki
kinerja dan citra perusahaan.
Kemajuan dalam dunia teknologi informasi atau yang lebih
dikenal dengan IT telah membawa perubahan yang sangat besar dalam dunia bisnis.
Dimulai dengan adanya penerapan internet dalam dunia bisnis misalnya website,
email sampai penggunaan jejaring sosial lainnya. Perubahan ini menjadikan
dikenal adanya transaksi on-line, data-data dan informasi dalam bentuk file
komputer dan sebagainya. Tahun 2005, The
International Organization for Standardization menerbitkan standar
yang kenal dengan ISO/IEC 27001. ISO/IEC 27001 merupakan standar sistem
manajemen keamanan informasi atau dikenal juga dengan Information Security
Management System (ISMS). ISO/IEC 27001 sekarang ini telah banyak diterapkan
oleh perusahaan-perusahaan yang banyak menggunakan aplikasi IT dalam kegiatan
bisnisnya.
5.
TQM (Total Quality Management)
TQM atau Total
Quality Management (Bahasa Indonesia: manajemen kualitas total) adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi. Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah "suatu pendekatan
manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan
partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang
melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam
organisasi serta masyarakat."
SINGKATAN LEMBAGA STANDARDISASI
NASIONAL DAN INTERNASIONAL
1.
ISO/IEC
Organisasi Internasional untuk Standardisasi, International
Organization for Standardization (ISO) adalah badan penetap standar
internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standar nasional setiap
negara. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS, bukan
ISO. Tetapi sekarang lebih sering memakai singkatan ISO, karena dalam bahasa
yunani sos berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat pada kata
isometrik atau isonomi. Didirikan pada23 February 1947 ISO menetapkan standar-standar industrial dan
komersial dunia. ISO, yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada
awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional
untuk apa saja.Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil
anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite
(SC) dan Kelompok Kerja (WG). Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, kemampuannya untuk menetapkan
standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional
membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah
lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan hubungan yang kuat
dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional
dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar. ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang
bertanggung jawab terhadap standardisasi peralatan elektronik.
2.
BSN
Badan
Standardisasi Nasional merupakan Lembaga pemerintah
non-kementerianIndonesia dengan tugas pokok
mengembangkan dan membina kegiatan standardisasi di negara Indonesia. Badan ini menggantikan fungsi dari Dewan
Standardisasi Nasional (DSN).
3.
SNI
Standar
Nasional Indonesia (disingkat SNI) memang adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).
4.
ILAC/IAF
International Laboratory
Acreditation Cooperation merupakan evaluasi
independen terhadap Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) atas standar tertentu,
dalam rangka memastikan independensi dan kompetensi LPK melaksanakan
fungsi-fungsinya. Melalui penerapan standar nasional dan internasional serta
akreditasi terhadap LPK, pemerintah, agen dan konsumen dapat memiliki keyakinan
dalam kalibrasi dan hasil tes, laporan inspeksi, dan sertifikasi yang
disediakan LPK.
5.
APLAC
APLAC adalah akronim dari Asia Pacific Laboratory
Accreditation, yaitu sebuah organisasi kerjasama bidang akreditasi
di kawasan Asia Pasifik. Organisasi ini bertujuan untuk membangun,
mengembangkan, dan memperluas pengaturan-pengaturan dalam rangka saling
pengakuan antar badan akreditasi yang mengakreditasi laboratorium pengujian dan
kalibrasi, lembaga inspeksi, reference material producers, dan layanan terkait
lainnya.
6.
KAN
KAN singkatan dari Komite Akreditasi Nasional merupakan lembaga non
struktural yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden Anggotanya merupakan perwakilan dari
stakeholder yang terdiri dari: instansi pemerintah, dunia usaha, konsumen,
cendekiawan dan kalangan profesional.
7.
LPK
LPK
merupakan singkatan dari Lembaga Pelatihan Kerja yang tentunya lembaga ini
adalah salah satu lembaga yang memberikan pelatihan mengenai hal-hal pekerjaan.
8.
KSNSU
KSNSU
Komite Standar Nasional Satuan Ukuran merupakan lembaga non struktural yang
bertugas melaksanakan tugas BSN terkait dengan pengelolaan Standar Nasional
Satuan Ukuran sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 102 tahun 2000
tentang Standardisasi Nasional. Dan KSNSU dibentuk melalui Keputusan Presiden
Nomor 79 tahun 2001 yang mempunyai tugas memberikan pertimbangan dan saran
kepada BSN tentang Standar Nasional Satuan Ukuran.
9.
LSN
LSN
merupakan singkatan dari Lembaga Penilaian Kesesuaian. LSN menjalankan tugas
sebagai pengembang standar nasional di Indonesia.
10.
LIPI
Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia (disingkat LIPI) merupakan Lembaga Pemerintah
Non Kementerian Republik Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kementerian
Negara Riset, Teknologi dan Pendidikan
Tinggi (KMNRT).
11.
CIPM
International
Committee for Weights and Measures adalah terjemahan
bahasa Inggris untuk Comité international des poids et mesures (CIPM). Komite ini terdiri dari delapan belas orang dari
negara-negara anggota dari Konvensi Meter. Tugas utamanya adalah untuk
menyakinkan satuan ukur yang uniform di seluruh dunia, dan komite ini melaksanakannya
dengan tindakan langsung atau dengan mengajukan proposal ke General
Conference on Weights and Measures atau disingkat CGPM, Conférence générale des poids et mesures.
12.
OIML
OIML merupakan singkatan
dari Organisasi Internasional Metrology atau yang biasa di kenal dengan Lembaga
organisasi Metrology Legal, OIML adalah sebuah organisasi yang menetapkan
pedoman untuk metrology legal metrology melibatkan ( pengukuran perangkat yang
sesuai dengan prosedur )
13.
IEEE
IEEE
merupakan kepanjangan dari Institute of Electrical and Electronics Engineers.
IEEE adalah organisasi nirlaba internasional, yang merupakan asosiasi
profesional utama untuk peningkatan teknologi. Namun berkembangnya cakupan
bidang ilmu dan aplikasi yang diperdalam organisasi ini membuat nama-nama
kelektroan dianggap tidak relevan lagi, sehingga IEEE tidak dianggap memiliki
kepanjangan lagi, selain sebuah nama yang dieja sebagai Eye-triple-E. Di
samping society, IEEE memiliki badan standard (Standard Association, IEEE-SA).
IEEE-SA memiliki wibawa cukup besar untuk bisa mempersatukan substandard
industri membentuk standardisasi internasional yang diakui seluruh industri.
14.
ANSI
ANSI (American National Standards
Institute adalah sebuah kelompok yang mendefinisikan standar Amerika Serikat
untuk industri pemrosesan informasi.
15. TIA
Asosiasi Industri Telekomunikasi (TIA) adalah suatu
organisasi terpisah yang diakui oleh ANSI dan bekerjasama dengan Asosiasi
Industri Elektronika (EIA). TIA dikenal terbaik untuk mengembangkan standard
pemasangan kabel menggunakan disain dan instalasi sistem pemasangan kabel yang
ter-koordinasi. Sehingga mampu untuk mendukung suatu cakupan aplikasi yang luas
dan memenuhi kebutuhan kecepatan yang tinggi pada masa kini dan mendatang.
16. ECMA
Sebelumnya dikenal sebagai ECMA (European Computer
Manufacturers Association) , lembaga ini merupakan perkumpulan orang eropa yang
mengeluarkan standar dalam sistem teknologi dan informasi. Ecma International
adalah lembaga yang mengeluarkan standarisasi dalam ECMAScript, sebuah standard
yang mengelola JavaScript.
17. ITU-R
International Telecommunication Union Radiocommunication
Sector (ITU-R). Sebuah organisasi global yang ada dan didirikan untuk mengatur
penggunaan frekuensi radio (RF) diseluruh penjuru dunia. The United Nations
(PBB), menugaskan kepada International Telecommunication Union
Radiocommunication Sector (ITU-R) ini, untuk mengatur dalam hal skala
penggunaan frekuensi, secara global.
18. FCC
Federal Communications Commission yang disingkat FCC adalah organisasi yang bergerak di bidang
pertelekomunkasian. Organisasi ini yang mengatur segala jenis komunikasi baik
yang keluar ataupun ke dalam negara Amerika Serikat.
19. IETF
IETF adalah ebuah organisasi yang berwenang dan bertanggung
jawab dalam mengatur dan menetapkan protocol-protocol standard yang digunakan
di internet.
Internet Engineering Task Force (disingkat IETF), merupakan sebuah organisasi yang menjaring banyak pihak (baik itu individual ataupun organisasional) yang tertarik dalam pengembangan jaringan komputer dan Internet.
Internet Engineering Task Force (disingkat IETF), merupakan sebuah organisasi yang menjaring banyak pihak (baik itu individual ataupun organisasional) yang tertarik dalam pengembangan jaringan komputer dan Internet.
20. W3C
The World Wide Web Consortium (W3C) merupakan sebuah lembaga
konsorsium yang membuat dan terus berobservasi dalam pengembangan teknologi web
mencangkup XML, HTML dan aplikasi-aplikasi lain yang sering digunakan dalam
dunia web. Mereka juga selalu mengeluarkan aturan dan standard supaya siapapun
yang membuat dan mengimplementasikan selalu memperhatikan berbagai aspek yang
fital seperti kecocokan dengan perangkat dan browser pengakses, pembaca hingga
membuat sebuah website yang dapat berjalan bertahun-tahun karena perubahannya
mudah.
REFERENSI :



0 komentar:
Posting Komentar