Tugas Pertemuan ke-4 ISD (Ilmu Sosial Dasar)

Jumat, 30 Januari 2015



TUGAS 1 : SOSIAL MASYARAKAT KOTA DI MASYARAKAT


Pengertian Masyarakat
Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
1. Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
2. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

Syarat-syarat Menjadi Masyarakat
Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat.
1. Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

Pengertian Masyarakat Pekotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Tipe Masyarakat
Dipandang dari cara terbentuknya, masyarakat dapat dibagi dalam :
  1. masyarakat paksaan, misalnya Negara, masyarakat tawanan, dan lain-lain
  2. masyarakat merdeka, yang terbagi dalam :
  • masyarakat nature, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya, seperti gerombolan, suku, yagn bertalian dengan hubungan darah atau keturunan
  • masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan sabagainya
·         Masyarakat Kota:
1) Perilaku heterogen
2) Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan 3).Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4) Mobilitassosial,sehingga dinamik
5) Kebauran dan diversifikasi cultural
6) Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7) Individualisme
Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994). Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja. Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi.

5 Unsur Lingkungan Perkotaan
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
  • Wisma : unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan
  1. dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang
  2. memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
  • Karya : unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
  • Marga : unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
  • Suka : unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
  • Penyempurna : unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
Fungsi Eksternal
Di pihak lain kota mempunya juga peranan/fungsi eksternal, yakni seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik dalam skala regional maupun nasional. Dengan pengertian ini diharapkan bahwa suatu pembangunan kota tidak mengarah pada suatu organ tersendiri yang terpisah dengan daerah sekitarnya, karena keduanya saling pengaruh mempengaruhi.
Marbun (1990) menyadari bahwa pada umumnya orang telah mengetahui wujud fisik kota. Namun untuk memberikan pengertian yang lugas (definisi) tentang kota amatlah sulit. Definisi tentang kota yang ada tidak selalu tepat dan tergantung dari fokus atau aspek pendekatannya. Pendekatan dari satu disiplin ilmu memberikan penger­tian  kota  yang berbeda dengan disiplin ilnm  yang  lain. Konsepsi kota pada masa lalu berbeda dengan masa sekarang. Bahkan  konsepsi  kota dari suatu negara berbeda  dengan negara lain. Hal-hal tersebut di atas menunjukan bahwa banyak faktor  atau  unsur yang ada, membentuk  dan berpengaruh terhadap keberadaan dan perkembangan suatu kota, sehingga dapat dikatakan bahwa kota merupakan suatu sistem (Chad-wick,1981).
Dalam kehidupan sehari-hari kota akan selalu tampak sibuk.  Warga kota yang menjadi penghuni  kota memerlukan tempat  berteduh,  tempat  bekerja,  tempat  bergaul,  dan tempat menghibur  diri. Oleh karena  itu,  dapat  dilihat beberapa  aspek kehidupan kota antara lain aspek  sosial, ekonomi, budaya, pemerintah dan sebagainya. Pada umumnya kota selalu dipandang sebagai pusat kegiatan ekonomi, pusat kegiatan pendidikan, pusat pemerin tahan dan sebagainya. Jadi. fungsi dan  peranannya  atau sumber pengaruh atau sumber stimulasinya banyak berasal dari kota. Ditinjau dari interaksi tempat, kota itu memiliki tingkat atau rengking yang tertinggi, walaupun demikian dari tempat-tempat pemukiman yang sederhana.
Menurut Bintarto (1989) dari segi geografi, kota dapat diartikan sebagai suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya yang matrialistis, atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan matrialistis dibandingkan dengan daerah dibelakangnya.
Dari fakta, kota merupakan tempat bermukim warga kota, tempat bekerja, tempat hidup dan tempat rekreasi. Oleh karena itu, kelangsungan dan kelestarian kota harus didukung oleh prasarana dan sarana yang memadai untuk waktu yang selama mungkin. Menurut Bintarto (1989) modernisasi kota mempunyai pengaruh terhadap, jumlah penduduk kota, keanekaragaman struktur sosial dan ekonomi, kebijaksanaan penggunaan sumber-sumber keuangan, kelembagaan kota dan sebagainya. Modernisasi ternyata juga tidak selalu memberi manfaat terhadap kehidupan, tetapi dapat juga berpengaruh sebaliknya dan untuk itu tentunya diharapkan modernisasi dapat melenyapkan pencemaran lingkungan terutama di kota yang sudah terjadi penurunan kualitas lingkungan.
Seseorang  yang sudah lama meninggalkan sebuah  kota, kemudian kembali ketempat itu, tentu akan merasakan betapa kota yang dahulunya sejuk dan segar, sekarang telah berubah menjadi panas dan berdebu. Salah satu faktor penyebab naiknya  temperatur  kota adalah  arus urbanisasi yang deras masuk kota. Kota yang dahulunya hanya didiami puluhan ribu penduduk saja sekarang didiami ratusan penduduk. Jelas bahwa urbanisasi dapat menaikan angka kepadatan yang mengakibatkan kota semakin sumpek dan panas. Banyaknya  orang akan menaikkan konsumsi energi  dan  penggunaan alat-alat  rumah tangga yang menghasilkan  panas  buangan. Kalau  hanya  dilihat pada satu atau dua alat  saja, efek sampingnya dapat diabaikan, tetapi jika ratusan ribu alat-alat  digunakan  dalam kota, tentu hal ini  sedikit  banyak mempunyai andil dalam menaikan temperatur kota.

Dampak Urbanisasi Dan Perkembangan Kota Terhadap Lingkungan Sosial Masyarakat
Secara naluriah, manusia baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial, melalui berbagai cara dan usaha dalam bentuk budaya, mempunyai kehendak yang antara  lain untuk
1.    Mempertahankan dirinya
2.    Mempertahankan hidup generasinya melalui   kebutuhan hidupnya
3.    Mengembangkan kehidupannya, melalui pemenuhan kebutuhan hidupnya, namun banyak faktor yang mempengaruhi baik secara langsung maupun  tidak langsung terhadap hidup dan kehidupan  manusia.

Melalui berbagai cara dan media, diperoleh  informasi bahwa  peluang untuk mengembangkan kehidupannya,  melalui pemenuhan  kebutuhan hidupnya lebih baik di  daerah urban dari pada di rural. Keadaan yang demikian merupakan faktor pendorong dan penarik banyak orang (baik laki-laki maupun wanita) dari daerah perdesaan untuk mengadu nasibnya di daerah perkotaan. Urbanisasi dilakukan untuk mempertahankan  hidup dan mempercepat proses pengembangan  kehidupan. Namun dengan serba kontrasnya keadaan antara daerah perdesaan dan daerah perkotaan sebagai akibat dari kebijaksanaan pembangunan yang urban bias (Todari, 1985) menjadikan usaha  tersebut justru dapat menimbulkan  dampak  negatif bagi yang bersangkutan.
Menurut  Marbun  (1990)  di  darah perkotaan  dampak negatif tersebut antara lain timbulnya:
1.      Permukiman kumuh, dan permukiman liar;
2.      Banyak tuna wisma maupun tuna karya;
Perbuatan pelanggaran hukum khususnya hukum pidana seperti kriminalitas, prostitusi dan sebagainya. Prostitusi,  sebagai  salah  satu   dampak  negatif urbanisasi melalui berbagai usaha telah lama diusahakan untuk  diatasi. Namun pada kenyataannya prostitusi masih hidup dan berkembang sejalan dengan perkembangan manusia. baik secara kuantitas maupun kualitas.

REFERENSI :


TUGAS 2 : SOSIAL MASYARAKAT DESA DI MASYARAKAT

Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994). Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja . Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Ciri-ciri Masyarakat desa
Dalam buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional (Gemeinschaft) yang mengenal 
ciri-ciri masarakat desa sebagai berikut :
a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi).
e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.  Hakikat Dan Sifat Masyarakat Pedesaan. Seperti dikemukakan oleh para ahli atau sumber bahwa masyarakat In¬donesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencarian yang bersifat agraris. Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai, harmonis yaitu masyarakat yang adem ayem, sehingga oleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian dan keruwetan atau kekusutan pikir. Maka tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikir tersebut pergilah mereka ke luar kota, karena merupakan tempat yang adem ayem, penuh ketenangan. Jadi Paguyuban masyarakat itulah yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem. Tetapi sebenarnya di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam gejala, khususnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan sosial. Gejala Masyarakat Pedesaan
a) Konflik ( Pertengkaran).
Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi. Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.
b) Kontraversi (pertentangan).
Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat.
c) Kompetisi (Persiapan).
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat.
d) Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan.
Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Jadi apabila orang berpendapat bahwa orang desa didorong untuk bekerja lebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat sambutan yang sangat dari para ahli.
Karena pada umumnya masyarakat sudah bekerja keras.
Masyarakat Pedesaan, pengertian desa/pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri. Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbale balik dengan daerah lain.
Sedang menurut Paul H. Landis :Desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a. mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c. Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam

REFERENSI :




TUGAS 3 : ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI YANG BERKAITAN DENGAN TEKNIK INDUSTRI


Manusia tidak dapat dipisahkan dari teknologi; teknologi terkandung didalam dirinya dan didalam cara-cara hidupnya dalam masyarakat. Sebaliknya teknologi tidak dapat terlepas dari manusia, teknologi itu hanya ada karena diciptakan oleh manusia. Kemampuan berpikir manusia yang sistimatis, analitis, mendalam dan berjangka panjang menghasilkan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan melahirkan teknologi, yaitu cara-cara berdasar ilmu untuk menghasilkan barang atau jasa. Manusia memanfaatkan teknologi untuk menyempurnakan proses-proses nilai tambah yaitu proses-proses merubah bahan mentah dan barang-barang setengah jadi menjadi barang-barang jadi yang memiliki nilai yang lebih tinggi. Teknologi penting karena merupakan penggerak utama proses nilai tambah tersebut. Sedangkan proses nilai tambah itu sendiri merupakan proses kompleks yang berjalan terus menerus dan hanya dapat dikatakan berhasil jika pemanfaatan mesin-mesin, ketrampilan manusia, dan material sepenuhnya dapat diintegrasi oleh teknologi sehingga menghasilkan produk barang dan jasa yang bernilai lebih tinggi dari nilai material dan masukkan lainnya. Karena sifat integratif inilah maka dalam suatu proses ekonomi apapun juga, teknologi merupakan unsur yang paling menentukan dalam proses nilai tambah. Semakin effisien dan produktif proses-proses nilai tambah, semakin meningkat taraf hidup masyarakatnya.
Sejarah peradaban manusia selalu berkembang terus, tetapi dalam perjalanannya masyarakat bangsa timbul dan tenggelam. Masyarakat dan budaya Hellenic, Aztec, Mesopotamia hilang; kerajaan besar Ottoman dan Austro-Hongaria yang runtuh baru 70 tahun yang lalu, sekarangpun banyak yang tidak mengenalnya; bangsa Amerika dan Jepang baru tumbuh dalam 100 tahun ini, sedangkan kerajaan besar Inggris sedang diambang senja. Kita juga mengenal jaman-jaman kejayaan kerajaan Majapahit, Sriwijaya dan lain-lain. Berbagai pendekatan dicobakan untuk menjelaskan apa yang menyebabkan masyarakat bangsa surut dan tenggelam dan apa yang membuatnya tumbuh dan kuat. Pendekatan budaya dan agama, geografi, kemeliteran, sumberdaya alam membuahkan berbagai konsepsi, akan tetapi satu yang berlaku umum adalah bahwa kemampuan inovasi dan kemampuan melakukan akumulasi secara sistematik dari inovasi itu merupakan prasyarat kekuatan.
Beberapa contoh pemanfaatan iptek dalam bidang industri
-Transportasi: IPTEK sebagai alat ukur besar dan lebar jalan serta seberapa jauh sebuah jalan harus di buat... masalah jalan bukan hal kecil, karena perlu pengukuran yang detail dan kerja lapangan yang benar, belum lagi sarana yang di gunakan sebagai alat bantu pembuatan jalan tersebut.. seperti traktor, aspal dan batu kerikil sebagai media.
-Kesehatan: IPTEK dalam bidang kesehatan untuk sarana pembantu dokter, biasanya berupa mesin operasi teknologi canggih laser,x-ray,dll/alat bantu pengobatan lainnya yang memerlukan teknologi canggih.
-Ekonomi: IPTEK dalam hal ekonomi sangat membantu di bidang penataan sitem produksi dan keuangan, seperti pabrik yang selalu mengadakan tes uji untuk sebuah produk yang di jualnya.. lalu proses pembuatan barang yang memerlukan alat berat berteknologi tinggi agar dapat membuat proses produksi masal.
-Kebudayaan: IPTEK di dalam kebudayaan artinya menjaga suatu budaya dengan kemampuan pembelajaran seni, dalam hal melestarikan suatu budaya agar tidak hilang/diklaim oleh negara lain, regenerasi dalam hal ini sangat penting karena budaya turun temurun hanya di ajarkan melalui kerabat seperti halnya warisan.
-Industri: IPTEK dalam hal industri tidak jauh berbeda dengan IPTEK dalam bidang ekonomi, dalam hal industri, iptek terdapat dalam proses pembuatan suatu produk industri agar menjadi nilai uang.
-Hankam: IPTEK dalam hal hukum yaitu dimana badan hukum dapat berjalan sesuai aturan undang-undang yang berlaku.
-Politik: IPTEK dalam bidang politik berlaku untuk mengatur jalannya pemerintahan di negara, tanpa adanya iptek, suatu negara tidak akan berkembang. alias berjalan di tempat.

REFERENSI :



TUGAS 4 : LINGKUNGAN MISKIN ATAU TERBELAKANG DI SUATU NEGARA

Penduduk miskin tidak hanya berada di negara-negara sedang berkembang saja, namun ternyata ditemukan juga di negara maju seperti Amerika Serikat. Data tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Amerika Serikat mencapai 15,1 persen. Lantas bagaimana patokan angka kemiskinan di negarasuper power tersebut? Untuk tahun 2012 misalnya jika satu keluarga dengan empat anak pendapatannya tidak melebihi  23.495 US dollar  per tahun, maka dikatagorikan penduduk miskin.
Dengan mengacu pada data tahun 2010, maka yang masuk daftar sepuluh negara bagian “termiskin” di Amerika Serikat, dengan kata lain persentase jumlah  penduduk miskinnya paling tinggi, secara berurutan: 1. Mississippi (22,7 persen); 2. Lousiana (21,6 persen); 3. District of Columbia (19,9 persen); 4. Georgia (18,7 persen); 5. Arizona (18,6 persen); 6. New Mexico (18,6 persen); 7. Texas (18,4 persen); 8. Kentucky (17,7 persen); 9. North Carolina (17,4 persen); 10. Alabama (17,3 persen). 
Untuk Negara bagian District of Columbia (DC)  yang menempati  peringkat ketiga  dalam hal persentase jumlah penduduk miskin, ternyata  ada hal yang unik. Pendapatan per kapita penduduknya justru menempati peringkat satu di Amerika Serikat, yaitu mencapai  71.044 US dollar, hal itu menunjukkan adanya tingkat kesenjangan ekonomi yang paling lebar di Negara bagian tersebut.
Untuk negara bagian Mississippi yang menempati peringkat pertama dalam hal persentase jumlah penduduk miskin, diketahui bahwa tingkat pendapatan per kapitanya menempati peringkat terakhir, yaitu hanya 31.186 US dollar, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 40.584 US dollar.
Lantas negara bagian mana saja yang “termakmur” berdasarkan persentase jumlah penduduk miskin yang paling rendah ? Inilah daftarnya secara berurutan : 1. New Hampshire (6,6 persen); 2. Connecticut (8,3 persen); 3. Wyoming (9,6 persen); 4. Wisvonsin (9,9 persen); 5. Utah (10,0 persen); 6. Nebraska (10,2 persen); 7. Iowa (10,3 persen); 8. Minnesota (10,5 persen); 9. Massachusetts (10,6 persen); dan 10. Virginia (10,7 persen). Khusus untuk negara bagian Connecticut dan Massachusetts pendapatan per kapita penduduknya sudah melampaui angka 50.000 US dollar.
Sementara laporan United States Census Bureau  tahun 2013 mengungkapkan, bahwa jumlah penduduk miskin di Amerika Serikat tahun 2012 mencapai  46,5 juta atau sekitar 14,81 persen. Dijelaskan bahwa  dampak resesi tahun 2007-2008 ditambah perdebatan mengenai pengetatan anggaran telah memperlebar jurang pendapatan penduduk. Setidaknya kasus di negara bagian DC mencerminkan hal itu. (Atep Afia).


REFERENSI :
http://www.kangatepafia.com/2014/02/negara-bagian-termiskin-di-amerika.html


0 komentar:

Posting Komentar